
Siswa SMPN 1 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dilaporkan keracunan massal, Kamis (3/9/). Mereka diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan sehari sebelumnya. (Harian Fajar)
JawaPos.com – Dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di sejumlah daerah. Dalam tiga hari, sejak 1 hingga 3 September 2026, sedikitnya 2.269 siswa dan warga sekolah dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG.
Angka tersebut dihimpun dari laporan sejumlah media jaringan Jawa Pos Group dan JawaPos.com serta berbagai sumber hingga Kamis (3/9) malam. Enam daerah yang mencatat kejadian tersebut yakni Rembang, Sidoarjo, Jombang, Nganjuk, Tana Toraja, dan Agam.
Jumlah tersebut bisa jadi bertambah seiring laporan dari Dinas Kesehatan setempat yang terus diperbarui.
Kasus dengan jumlah korban terbesar terjadi di Rembang, Jawa Tengah. Sebanyak 752 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem, atau total 777 orang, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG. Aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut bahkan dihentikan dan siswa dipulangkan lebih awal.
Kasus dengan jumlah korban terbesar berikutnya terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur. JawaPos.com melaporkan jumlah korban dugaan keracunan MBG di Pondok Pesantren Manbaul Hikam mencapai 666 orang hingga Kamis (3/9). Dari jumlah tersebut, 581 orang telah pulang, sedangkan lainnya masih menjalani perawatan atau observasi.
Di Agam, Sumatera Barat, dilaporkan 334 siswa di Kecamatan Palupuh diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap MBG dari satu dapur SPPG. Dua siswa di antaranya dirujuk ke rumah sakit.
Di Jombang, jumlah korban dugaan keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh juga mengalami peningkatan tajam. Radar Jombang melaporkan Dinas Kesehatan setempat mencatat 256 orang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG.
Kasus serupa muncul di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Sebanyak 136 siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Makale mendapat perawatan di tiga rumah sakit setelah mengalami keluhan kesehatan usai menerima MBG. Pemerintah daerah masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya.
Sementara di Nganjuk, jumlah korban yang semula dilaporkan puluhan orang kemudian berkembang menjadi 100 siswa. Angka tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak pada Kamis (3/9). Korban tidak hanya berasal dari SMAN 3 Nganjuk, tetapi juga siswa dari jenjang pendidikan lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022