
Peserta Pramuka PUI mengalungkan kenang-kenangan ke Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri apel kebangsaan kemah nasional di Sukabumi, Kamis (3/9). (Mabes Polri)
JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengenang pengalamannya menjadi anggota Pramuka sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Cerita tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).
Di hadapan ribuan anggota Pramuka dan keluarga besar PUI, Kapolri yang menyapa peserta dengan sebutan “adik-adik Pramuka” mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan Gerakan Pramuka.
“Kakak Kapolri ini juga menjadi salah satu anggota Pramuka, mulai dari SD, dari Siaga, sampai dengan SMA saya ikut Gerakan Pramuka,” kata Kapolri.
Pengalaman tersebut membuat pertemuannya dengan peserta Kemah Nasional Pramuka PUI menjadi momentum nostalgia sekaligus kebahagiaan tersendiri. Kapolri menilai pilihan generasi muda bergabung dengan Pramuka merupakan langkah tepat untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Menurut Kapolri, Pramuka bukan sekadar tempat berkumpul dan berkegiatan. Gerakan tersebut menjadi wadah untuk membentuk karakter, kedisiplinan, keterampilan, kepedulian, semangat gotong royong, serta kemampuan bersosialisasi.
Bekal tersebut dinilai bermanfaat ketika anggota Pramuka memasuki dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.
Dalam suasana penuh keakraban, Kapolri juga mencontohkan sejumlah pejabat Polri yang pernah mengikuti Pramuka dan kini menjadi perwira tinggi. Ia menyampaikan bahwa pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti Pramuka dapat menjadi bekal untuk meraih cita-cita.
“Saya yakin bahwa di hadapan saya ini adalah adik-adik pilihan yang sudah benar memilih Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah untuk mempersiapkan diri sebagai generasi-generasi penerus di masa yang akan datang,” ujarnya.
Kapolri kemudian mengingatkan tantangan generasi muda semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Kemudahan memperoleh informasi dan pengetahuan harus dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta menghasilkan berbagai hal positif.
Namun, kemajuan teknologi juga membawa berbagai risiko. Kapolri meminta generasi muda mewaspadai judi online, narkoba, tawuran, keterlibatan dalam geng, berbagai bentuk kejahatan, serta penyebaran paham negatif melalui media sosial.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
