
Ilustrasi Pendidikan
JawaPos.com — Indonesia memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia yang besar. Namun, persoalannya bukan lagi sekadar memiliki potensi, melainkan bagaimana pendidikan mampu mengubah potensi tersebut menjadi kapasitas nyata untuk menghadapi perubahan dan membangun masa depan bangsa.
Persoalan tersebut menjadi bahasan dalam Ngkaji Pendidikan bertema Jatuh Bangunnya Peradaban yang digelar Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di Auditorium Taman Budaya Kulon Progo, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 700 guru dan pendidik dari berbagai daerah.
Founder GSM sekaligus Dosen DTETI UGM Muhammad Nur Rizal dalam keterangan tertulisnya mengajak peserta melihat pengalaman sejumlah peradaban seperti Yunani, Romawi, Jepang, dan Tiongkok untuk memahami bagaimana bangsa menghadapi perubahan.
“Peradaban tidak jatuh dalam satu hari dan tidak bangkit karena satu kebijakan. Peradaban dibangun setiap hari melalui cara suatu bangsa mendidik manusia, memperlakukan gagasan, dan menyediakan ruang untuk bertumbuh.”
Menurut Rizal, kejayaan masa lalu tidak otomatis membuat sebuah bangsa mampu menghadapi persoalan baru. Jepang dan China, misalnya, menunjukkan bagaimana pembelajaran, keterbukaan, eksperimen, dan pembaruan institusi dapat menjadi bagian dari proses menghadapi perubahan.
“Jepang bangkit bukan karena sudah mengetahui jawabannya, melainkan karena berani mengakui, ‘Kami belum tahu,’ kemudian belajar dan mengubah institusi negara.”
Indonesia telah mengalokasikan anggaran pendidikan sekitar Rp724,3 triliun pada 2025 dan memperluas akses pendidikan hingga sekitar 408 ribu satuan pendidikan formal. Namun, besarnya investasi dan luasnya akses pendidikan belum otomatis menjawab persoalan kapasitas sumber daya manusia.
Hal itu antara lain tercermin dalam hasil PISA 2022. Skor Indonesia terpaut 106 poin dari rata-rata OECD untuk matematika, 117 poin untuk literasi, dan 102 poin untuk sains.
Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa tantangan pendidikan Indonesia tidak berhenti pada menyediakan sekolah dan memperluas akses, tetapi juga memastikan peserta didik memiliki kemampuan memahami informasi, memecahkan masalah, menciptakan gagasan, dan beradaptasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022