Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Agustus 2026 | 02.27 WIB

Jemput Bola Temui Korban Gempa NTT, Dukcapil Kemendagri Telah Terbitkan 3.055 Dokumen Kependudukan

Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi saat meninjau lokasi pengungsian gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Istimewa) - Image

Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi saat meninjau lokasi pengungsian gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Istimewa)

JawaPos.com - Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan ulang 3.055 dokumen kependudukan milik warga korban gampa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelayanan terus dilakukan oleh tim di lokasi bencana.

Kinerja ini dilakukan oleh petugas Tim Tanggap Darurat Ditjen Dukcapil di lokasi selama 2 hari. Tim disebar di 7 kabupaten terdampak, yakni di Kabupaten Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai, Ende, Ngada, Sikka, dan Manggarai Barat.

Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi mengatakan, bantuan pemerintah ini dilakukan untuk memastikan warga tidak kehilangan haknya setelah dilanda bencana. Sebab, dokumen seperti KTP, KK dan sejenisnya sangat dibutuhkan warga untuk mengurus keperluan hidup.

"Berkas tersebut merupakan kunci utama bagi warga untuk mengakses bantuan logistik, layanan kesehatan, hingga rehabilitasi pemukiman. Negara hadir langsung ke posko pengungsian agar urusan adminduk warga bisa selesai di tempat tanpa pungutan biaya," ujar Teguh, Kamis (27/8).

Dia menjelaskan, program jemput bola dilakukan karena banyak layanan Dukcapil lumpuh akibat gempa. Bencana merusak fasilitas seperti ruang server, sejumlah komputer, printer, dan alat perekam KTP elektronik.

Masih ada pula jaringan listrik dan internet di beberapa kecamatan sempat terputus total sehingga akses layanan ke kantor kecamatan tidak dapat dilakukan. 

Atas dasar itu Kemendagri memutuskan mengirim tim ke lokasi bencana untuk membantu proses pengurusan surat.

"Setiap tim lapangan dibekali perangkat perekaman dan pencetakan portabel, pasokan blangko KTP-el, hingga jaringan internet satelit. Kami tidak membuka layanan statis menunggu masyarakat datang, melainkan menyisir posko-posko pengungsian dan desa terdampak," jelasnya.

Dengan program ini, masyarakat tidak perlu datang ke kantor pemerintah untuk mengurus surat-surat kependudukan. Dokumen tetap bisa ditertibkan di lokasi pengungsian.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore