
Kondisi kerusakan rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peoza Karamba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (21/8). (Dok. BNPB)
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pendataan rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) lalu.
Proses pendataan dilakukan bersamaan dengan penanganan warga pada masa tanggap darurat. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pendataan kerusakan menjadi langkah penting untuk mengetahui kebutuhan masyarakat terdampak secara cepat sekaligus mempersiapkan penanganan pada tahap berikutnya.
Menurut Berton, hasil pendataan juga digunakan untuk memperkirakan jumlah tenaga enumerator yang dibutuhkan. Para petugas tersebut nantinya bertugas melakukan verifikasi dan validasi kondisi rumah secara langsung di lapangan.
Untuk rumah yang masuk kategori rusak berat, data tersebut turut menjadi pertimbangan dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi warga terdampak.
"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya," kata Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23/8).
Baca Juga:Sudah Terima 1.541 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT, BNPB: Lebih dari 954 Ton Terdistribusi
BNPB telah mengerahkan tim untuk melakukan pendataan kerusakan di tujuh kabupaten terdampak. Data yang diperoleh selanjutnya akan melalui proses verifikasi dan validasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan kondisi di lapangan.
Berdasarkan data sementara hingga Sabtu (22/8), tercatat sebanyak 53.971 rumah mengalami kerusakan. Jumlah tersebut terdiri dari 19.006 rumah rusak berat, 11.777 rumah rusak sedang, dan 23.188 rumah rusak ringan.
Berton menekankan, angka tersebut belum bersifat final. Seluruh data masih harus melewati proses verifikasi dan validasi sebelum dapat ditetapkan sebagai data resmi kerusakan.
"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan," ujarnya.
BNPB juga telah memiliki data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa untuk Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, proses input data di Kabupaten Manggarai masih berlangsung dan ditargetkan selesai dalam satu hingga dua hari mendatang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022