
Ilustrasi pos keamanan dibakar kelompok kriminal bersenjata (KKB). (Antara)
JawaPos.com - Serma (Purn) Muchtar Effendi menyatakan, operasi untuk pembebasan 9 sandera dari KKB butuh kemampuan prajurit tingkat tinggi disertai persiapan matang dan pengenalan medan.
Menurut dia, pada prinsipnya sesuai dengan hukum humaniter (International Humanitarian Law, Konvensi Jenewa 1948) penyanderaan terhadap anak di bawah umur sangat melanggar HAM.
Namun hukum tersebut berlaku ketika terjadi perang konvensional, sedangkan dalam perang gerilya para insurjen akan mengabaikan masalah tersebut.
”Sebab, pada dasarnya insujen terdiri dari orang-orang yang hanya siap bertempur tanpa dibekali pengetahuan tentang hukum perang. Yang penting menang. Begitu prinsip mereka,” papar Muchtar, prajurit TNI yang pernah terjun dalam operasi pembebasan sandera di Mpanduma, Irian Jaya, pada 1996.
Menurut dia, penyanderaan terhadap anak-anak di bawah umur merupakan hal yang sangat serius bagi prajurit, karena tugas prajurit di medang perang, selain melindungi nyawa sendiri, nyawa rekan-rekan juga nyawa masyarakat (non combatan) yang berada di bawah ancaman musuh.
Muchtar mengatakan, penanganan terhadap kasus penyanderaan, harus benar-benar ekstra hati-hati, tidak bisa dilakukan dengan gopoh, harus dengan segala perhitungan yang matang.
”Setiap prajurit harus benar-benar menguasai sasaran bidik dan sasaran tembak yang akurat, jangan sampai asal bertindak apalagi asal tembak, karena di depan mereka bukan saja musuh tetapi juga para sandera yang harus mereka selamatkan,” beber mantan anggota operasi gabungan Batalyon Infanteri Lintas Udara 330/Kujang I Kostrad dan Kopassus.
Dalam waktu yang bersamaan, lanjut Muchtar, prajurit harus mampu bertindak untuk menyelamatkan sandera sekaligus melumpuhkan KKB.
Dengan kondisi penyanderaan seperti itu apalagi di hutan, menurut dia, tidak bisa prajurit mengamankan sandera terlebih dulu karena mereka pasti setiap saat berada di bawah kawalan anggota KKB.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022