Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Agustus 2026 | 22.35 WIB

OPM Sandera 9 Orang Termasuk Anak-anak, Pemerintah Diminta Gerak Cepat

Koops TNI Habema mengevakuasi korban penembakan oleh OPM di Yahukimo, Papua Pegunungan. Korban dievakuasi dari dalam jurang. (TNI) - Image

Koops TNI Habema mengevakuasi korban penembakan oleh OPM di Yahukimo, Papua Pegunungan. Korban dievakuasi dari dalam jurang. (TNI)

JawaPos.com - Penyanderaan 9 orang oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah menjadi atensi DPR. Komisi XIII DPR meminta agar pemerintah bergerak lebih cepat menangani peristiwa yang melibatkan anak-anak sebagai korban tersebut.

Anggota Komisi XIII DPR Mafirion mendesak pemerintah dan aparat keamanan dari TNI maupun Polri bergerak cepat menyelamatkan 9 perempuan yang disandera oleh kelompok bersenjata di Papua. Menurut dia, aksi tersebut sudah masuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat. Sehingga tidak bisa ditoleransi.

Menurut Mafirion, kondisi psikologis dan keselamatan fisik para korban kini berpacu dengan waktu. Apalagi para korban adalah kelompok rentan, termasuk anak-anak. Mereka kerap diposisikan dalam kerentanan berlapis yang membahayakan masa depan.

”Ini bukan sekadar persoalan keamanan, melainkan keselamatan dan masa depan anak-anak. Mereka seharusnya berada di lingkungan aman, mendapatkan pendidikan, dan tumbuh tanpa rasa takut,” kata dia di Jakarta pada Kamis (20/8).

Legislator PKB tersebut mengingatkan agar operasi pembebasan dilakukan secara presisi dan terukur. Langkah penanganan tidak boleh spekulatif demi menyelamatkan nyawa para sandera. Dia ingin mereka dibebaskan dalam keadaan baik-baik saja.

”Aparat dan pihak terkait harus bekerja secara terpadu dengan perhitungan matang, tetapi tetap bergerak cepat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengkonfirmasi informasi tersebut. Dia mengakui telah menerima laporan penyanderaan tersebut. Dari laporan yang dia terima, ada 11 orang yang menjadi sasaran KKB. Namun 2 orang menolak dibawa ke dalam hutan.

”Informasinya, ibunya tewas ditembak, sedangkan anaknya dibuang ke jurang. Sementara 9 perempuan lainnya dibawa ke hutan,” kata Alredo pada Rabu (19/8).

Laporan yang diterima oleh pihak kepolisian menyebutkan bahwa 9 orang perempuan yang disandera masing-masing bernama Nemerina Wamanf (17) yang dilaporkan sedang hamil muda, Alin Mesawarol (pelajar kelas VI SD), Nopi Aim (pelajar kelas IV SD), Opinte Mesawaro (pelajar kelas III SD), Yotina Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore