
Pemkot Surabaya meraih dua penghargaan nasional pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 3-4 Agustus 2026. (Istimewa).
JawaPos.com - Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam membangun sistem Satu Data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) mulai menunjukkan dampak yang semakin luas.
Integrasi data kependudukan tidak hanya memperkuat akurasi pelayanan publik dan penyaluran bantuan sosial, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Capaian tersebut mengantarkan Pemkot Surabaya meraih dua penghargaan nasional pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 3-4 Agustus 2026.
Surabaya meraih Dukcapil Prima Award dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk kategori kabupaten/kota berpenduduk besar. Selain itu, Kota Pahlawan juga berhasil meraih Peringkat Pertama Nasional Capaian Face Recognition (FR) Perlindungan Sosial (Perlinsos) pada Perlinsos Dukcapil Prima Award 2026, sekaligus masuk dalam 10 besar nasional capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Penghargaan Dukcapil Prima Award diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Senin (3/8/2026). Sementara penghargaan Peringkat 1 FR Perlinsos diterima Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Surabaya Anna Fajrihatin dari Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi pada Selasa (4/8/2026).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa transformasi digital kependudukan merupakan pintu masuk utama untuk memastikan seluruh kebijakan dan bantuan pemerintah tepat sasaran melalui prinsip One Data, One Map, One Policy.
"Data kependudukan adalah pintu pertama bagi pemerintah untuk mengetahui siapa warganya, bagaimana kondisinya, serta intervensi apa yang harus diberikan. IKD harus berkembang menjadi pintu masuk pelayanan publik yang aman, mulai dari layanan sosial, kesehatan, pendidik hingga perizinan," ujar Wali Kota Eri usai menerima penghargaan.
Grafis capaian Pemkot Surabaya yang meraih dua penghargaan nasional pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 3-4 Agustus 2026. (Istimewa).
Untuk mempercepat implementasi tersebut, Pemkot Surabaya terus mendekatkan layanan administrasi kependudukan berbasis digital hingga Balai RW agar masyarakat semakin mudah melakukan perekaman KTP elektronik maupun registrasi IKD.
"Upaya itu diharapkan agar masyarakat lebih mudah memperoleh layanan tanpa terkendala jarak dan waktu," imbuhnya.
Implementasi Satu Data berbasis NIK juga berdampak pada berbagai indikator pembangunan Kota Surabaya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, Surabaya mampu menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022