
Wisatawan berinteraksi dengan satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Penyidikan kasus dugaan korupsi di KBS masih berlanjut. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan proses seleksi calon Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah Kebun Binatang Surabaya (Perumda KBS), berlangsung secara transparan.
Penegasan tersebut disampaikan di tengah proses seleksi Dewan Pengawas dan Anggota Direksi Perumda KBS, yang dimulai dengan tahapan pendaftaran yang dapat diakses melalui situs surabaya.go.id pada 13-31 Juli 2026.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan tidak ada arahan khusus bagi calon Direktur Utama KBS, selain memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan akuntabel.
Baca Juga:KPK Sebut Penanganan Korupsi CSR BI-OJK Masih Berprogres, Meski Sudah Setahun Belum Tahan Tersangka
"Jadi sebenarnya tidak ada yang ditekankan. Semua kepala BUMD (termasuk Perumda Kebun Binatang Surabaya) itu kan bertanggung jawab penuh terhadap anggarannya," tutur Wali Kota Eri, Kamis (6/8).
Untuk menjaga akuntabilitas dan sistem pengawasan yang kuat, Pemkot Surabaya menerapkan audit independen terhadap seluruh BUMD untuk mencegah terjadinya penyimpangan, termasuk praktik korupsi.
"Dibutuhkan komitmen untuk tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti korupsi, maka itulah akan ada audit, dan audit yang saya minta sejak 2023 itu audit yang dilakukan independen, bukan dipilih oleh BUMD," imbuhnya.
Auditor independen tersebut tidak ditunjuk oleh masing-masing BUMD. Penunjukannya dilakukan oleh Pemkot Surabaya berdasarkan rekomendasi lembaga yang berada di bawah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Wali Kota Surabaya juga memastikan proses rekrutmen Direksi Perumda KBS dilakukan secara terbuka untuk seluruh WNI, sehingga memberikan kesempatan bagi pelamar dari luar Surabaya dan Jawa Timur.
"Saya berharap bukan hanya di lingkup Surabaya dan Jawa Timur, tapi di seluruh nasional bisa tahu jika ada lowongan terkait dengan BUMD. Bukan hanya KBS, ada Pasar Surya, yang juga kita lakukan (rekrutmen)," ucap Eri.
Menurutnya, langkah tersebut penting karena selama ini peserta seleksi direksi BUMD masih didominasi orang-orang yang sama yang berpindah dari satu perusahaan daerah ke perusahaan daerah lainnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
