
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan tidak pernah mengeluarkan kebijakan yang melarang media massa meliput maupun memberitakan aksi unjuk rasa yang berlangsung di Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan aktivitas jurnalistik tetap dijamin sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
"Dari Kementerian Komunikasi dan Digital, tidak ada kita melakukan pelarangan terhadap media massa untuk melakukan peliputan-peliputan apa pun bentuknya selama dalam kaidah-kaidah jurnalistik dan sesuai dengan koridor Undang-Undang Pers. Jadi itu tidak betul," kata Meutya di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Senin (3/8).
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menepis anggapan yang berkembang bahwa pemerintah membatasi pemberitaan media mengenai berbagai aksi demonstrasi yang dalam beberapa waktu terakhir dilakukan oleh sejumlah kelompok masyarakat, mulai dari kalangan buruh hingga mahasiswa.
Lebih lanjut, Meutya menilai kehadiran media justru dibutuhkan untuk menyampaikan informasi yang faktual dan terjadi di lapangan secara cepat. Menurutnya, pemberitaan yang akurat menjadi salah satu cara efektif menekan penyebaran hoaks di ruang digital.
Ia menyebut situasi menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia diwarnai meningkatnya penyebaran disinformasi yang berpotensi memicu keresahan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Karena itu, media massa dinilai memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga publik tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu yang beredar luas.
"Justru Komdigi menginginkan bahwa teman-teman media silakan meliput dan juga memberitakan yang benar dengan cepat, agar tidak memberi ruang kepada disinformasi yang masuk," tukas Meutya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022