
Ketua PBNU bidang keagamaan KH. Ahmad Fahrur Rozi menyampaikan keterangan kepada awak media terkait dengan situasi terkini yang dihadapi oleh Kejagung. Dia meminta Jaksa Agung Sanitair Burhanuddin bersikap tegas. (PBNU)
JawaPos.com - Kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah menjadi pukulan telak bagi Korps Adhyaksa. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin harus benahi institusi.
Dalam kondisi tersebut, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bidang Keagamaan (PBNU) KH. Ahmad Fahrur Rozi berharap Burhanuddin tidak kehilangan semangat dalam memimpin Kejaksaan.
Meski tengah diterpa kasus hukum yang menyeret Ferbie sebagai salah satu pejabat tinggi Kejagung, upaya pemberantasan korupsi dan penyelamatan uang negara harus tetap menjadi prioritas.
”Peristiwa ini tentu menjadi pukulan telak bagi Kejaksaan Agung. Tapi, selaku pimpinan, jangan sampai semangat pak jaksa agung kendor karena bisa melemahkan kinerja instansi,” kata ulama yang akrab dipanggil Gus Fahrur dalam keterangan resmi dikutip pada Selasa (28/7).
Menurut Gus Fahrur, kasus Febrie tidak boleh merusak marwah institusi Kejagung. Untuk itu, penegakan hukum terhadap koruptor maupun praktik penyimpangan harus tetap berjalan tanpa kompromi. Dia meminta jaksa agung bersikap tegas dan transparan dalam menyikapi persoalan tersebut.
Gus Fahrur menekankan bahwa evaluasi internal perlu dilakukan untuk memastikan seluruh penanganan perkara yang menyeret salah satu petinggi di Kejagung itu tetap berjalan profesional dan bebas dari intervensi. Sehingga publik dapat melihat dan menilai komitmen kejaksaan.
”Ini adalah ujian besar kepemimpinan dan integritas. Pemimpin yang baik diukur dari keberaniannya membenahi institusi, bukan menghindari masalah,” ujarnya.
Rekam jejak Kejagung beberapa tahun belakangan, lanjut Gus Fahrur, menunjukkan komitmen dalam penegakan hukum. Sehingga kasus yang melibatkan individu tidak semestinya menghapus seluruh capaian institusi.
Untuk mencegah penyimpangan serupa terulang, dia mendorong penguatan sistem pengawasan internal dan pembangunan budaya integritas di antara para jaksa.
”Prioritasnya adalah memperkuat pengawasan internal, membangun budaya integritas, dan memperbaiki sistem agar penyimpangan tidak terulang,” sarannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022