Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Juli 2026 | 03.39 WIB

Wamendagri Bima Arya: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto saat Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan XLIV Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 di Garut, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026). (Dok. Kemendagri)

JawaPos.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan Indonesia hanya memiliki satu momentum untuk memanfaatkan bonus demografi sebagai pijakan menuju negara maju. Kesempatan tersebut tidak akan terulang sehingga harus dioptimalkan dengan menyiapkan generasi muda yang berkarakter, menguasai teknologi, dan mampu menjawab tantangan global.

Pesan itu disampaikan Bima Arya saat menyampaikan orasi ilmiah bertajuk Generasi Adaptif di Era Bonus Demografi: Membangun Kepemimpinan Digital, Kompetensi Masa Depan, dan Kolaborasi untuk Indonesia 2045 dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Garut pada Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan XLIV Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 di Garut, Jawa Barat, Sabtu (25/7).

Bonus Demografi Jadi Penentu Indonesia Naik Kelas

Bima mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). Namun, peluang itu hanya bisa diwujudkan apabila bonus demografi dimanfaatkan secara maksimal.

"Indonesia akan menjadi negara maju kalau kita bisa naik kelas dalam waktu 20 tahun. Masalahnya adalah kita hanya akan bisa naik kelas kalau bisa memanfaatkan bonus demografi," ujarnya.

Menurut dia, struktur penduduk Indonesia saat ini didominasi usia produktif sehingga menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis membawa Indonesia menjadi negara maju apabila generasi mudanya tidak dipersiapkan dengan kompetensi dan karakter yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Generasi Muda Harus Kuasai AI dan Teknologi

Bima menilai transformasi digital dan perkembangan artificial intelligence (AI) telah mengubah kebutuhan dunia kerja sekaligus tata kelola pemerintahan. Karena itu, generasi muda dituntut menguasai berbagai kompetensi masa depan.

Beberapa di antaranya meliputi AI, big data, ilmu komputer, robotika, sistem informasi, hingga analisis data.

Ia mencontohkan, Kementerian Dalam Negeri kini mulai memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung pengelolaan talenta aparatur sipil negara (ASN). Teknologi tersebut digunakan agar penempatan ASN lebih sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Karakter Dinilai Lebih Penting daripada Kompetensi

Meski penguasaan teknologi menjadi kebutuhan utama, Bima menilai karakter tetap menjadi faktor yang paling menentukan keberhasilan seseorang.

"Kalau saya ditanya mana yang lebih menentukan, kompetensi atau karakter, saya katakan 70 sampai 80 persen adalah tentang karakter," tegasnya.

Menurut Bima, kemampuan teknologi tidak akan memberikan hasil optimal tanpa dibarengi integritas, disiplin, kejujuran, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar. Banyak orang berhasil, kata dia, bukan semata karena kecerdasan akademik, tetapi karena memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Ajak Wisudawan Bangun Kolaborasi dan Jaga Adab

Dalam kesempatan tersebut, Bima juga mengajak para wisudawan menjadi pemimpin yang terbuka terhadap perbedaan, mampu membangun kolaborasi, menjaga keseimbangan hidup, serta memiliki jejaring yang luas.

Menurutnya, kepemimpinan pada masa depan tidak hanya diukur dari kemampuan individu, tetapi juga dari kemampuan bekerja sama dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan agar ilmu pengetahuan selalu dibangun di atas fondasi adab. Sebab, karakter yang baik akan membentuk pola pikir, memengaruhi tindakan, melahirkan kebiasaan positif, hingga akhirnya menentukan masa depan seseorang.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore