
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari. (Istimewa)
JawaPos.com — Badan Gizi Nasional (BGN) masih memiliki tunggakan pembayaran senilai Rp 1,609 triliun yang berasal dari kegiatan tahun anggaran 2025. Kewajiban tersebut berkenaan dengan pihak ketiga, mulai dari penyedia jasa, event organizer (EO), publikasi hingga perguruan tinggi.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan seluruh kegiatan yang menjadi dasar tagihan tersebut sebenarnya telah selesai dilaksanakan. Namun, pembayaran belum bisa dilakukan dan akan diselesaikan melalui mekanisme tunggakan menggunakan DIPA tahun 2026.
Menurut dia, saat ini BGN masih melakukan proses revisi anggaran bersama Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan. Proses tersebut harus melalui sejumlah tahapan review sesuai besaran nilai anggaran.
"Tapi ada beberapa ketentuan yang disyaratkan agar direview terlebih dahulu. Ada nilai tertentu yang harus direview oleh KPA, ada nilai tertentu yang harus direview oleh Inspektorat, ada nilai tertentu yang harus direview oleh BPKP. Ini yang masih dalam proses," kata Agustina saat rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7).
Karena itu, Agustina menyampaikan permohonan maaf kepada para pihak ketiga yang hingga kini belum menerima pembayaran dari BGN.
Dalam paparannya, Agustina merinci sejumlah komponen tunggakan yang harus diselesaikan BGN. Di antaranya belanja bahan, sertifikasi, jasa konsultan, sewa, honor narasumber, hingga jasa lainnya.
Selain itu, BGN juga masih memiliki kewajiban pembayaran kepada Universitas Hasanuddin (Unhas), perjalanan dinas, hingga bantuan pemerintah (Banper).
Meski demikian, BGN memastikan seluruh kewajiban tersebut akan dituntaskan pada tahun ini setelah proses administrasi dan revisi anggaran selesai. "Tapi insyaallah kami akan lunasi, kami akan selesaikan di tahun 2026 ini," tegas Agustina.
Belanja modal (aset/pembangunan dapur APBN): Rp1,04 triliun
Jasa lainnya (EO, publikasi, dan lain-lain): Rp330,44 miliar
Sertifikasi SPPG: Rp111,63 miliar
Tunggakan bantuan pemerintah (Banper) MBG: Rp100,64 miliar
Belanja bahan (seragam, KLB, call center, sendok, dan lainnya): Rp16,12 miliar
Kewajiban kepada Unhan (UH/UT dan pengiriman barang): Rp7,3 miliar
Honor narasumber: Rp813 juta
Perjalanan dinas: Rp684 juta
Jasa konsultan: Rp200 juta
Sewa kendaraan insidentil: Rp121 juta
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
