Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Juli 2026 | 16.37 WIB

Simak dan Kenali Istilah Timpa Teks Ini Tidak Misinformasi Akibat Hasil Edit Headline Berita

Ilustrasi membaca berita/Magnific - Image

Ilustrasi membaca berita/Magnific

JawaPos.com-Marak beredar konten “Timpa Teks” yang tersebar di berbagai platform media sosial, mulai dari twitter, threads, facebook, sampai instagram.

Awalnya, Timpa Teks sendiri menjadi bagian dari aktivitas di komunitas internet yang memanfaatkan kreativitas dengan mengedit judul berita, video, atau gambar dengan memakai teks humor atau satir.

Konten ini dibuat sebagai media hiburan yang pada umumnya hanya dipahami oleh sesama anggota komunitas yang mengetahui konteks dari teks editan tersebut.

Namun, persoalan muncul saat konten tersebut keluar dari komunitas dan tersebar di berbagai platform media sosial. Tanpa disertai penjelasan bahwa konten tersebut hanyalah lelucon editan.

Tidak sedikit yang akhirnya menganggap informasi tersebut sebagai fakta kareena tampilan editan dan visualnya yang sangat mirip dengan unggahan asli.

Berdasarkan jurnal yang diterbitkan oleh Jurnal Media Akademik karya karya Rizky Haikal Pradana, yang dikutip pada (9/7), Timpa Teks merupakan kegiatan mengedit video atau foto asli atau yang dikenal sebagai “doksli”,  tanpa mengubah visual asli, makna dari judul konten kemudian digeser melalui penambahan teks provokatif yang ditimpa (ditumpangkan) di atas gambar, berita, atau video yang diunggah.

Di dalam komunitas internet, timpa teks masih dianggap sebagai bentuk hiburan. Namun, saat konten tersebut menyebar ke masyarakat luas tanpa disertai penjelasan dan konteks, dampaknya dapat memicu misinformasi dan menyesatkan banyak orang.

Sebagaimana yang dikutip dari radarkudus.jawapos.com, fenomena timpa teks ini bahkan pernah menyebabkan sekelompok jamaah pengajian datang ke lokasi yang keliru setelah beredar poster acara yang telah diedit dengan mencantumkan alamat palsu.

Ditambah dengan efek confirmation bias, yakni kecenderungan untuk lebih mudah percaya pada informasi yang sesuai keyakinan, pandangan, atau preferensi yang dimiliki seseorang, membuat informasi yang telah dimanipulasi lebih mudah diterima tanpa melalui proses pengecekan ulang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore