
Ilustrasi seseorang yang berlebihan berbagi informasi (Magnific/HelloDavidPradoPerucha)
JawaPos.com - Di era media sosial, berbagi cerita tentang kehidupan pribadi sudah menjadi kebiasaan yang dianggap wajar. Mulai dari menceritakan aktivitas sehari-hari, hubungan percintaan, masalah pekerjaan, hingga kondisi keuangan, semuanya bisa dengan mudah dipublikasikan kepada banyak orang hanya dalam hitungan detik.
Fenomena ini dikenal sebagai oversharing, yaitu kecenderungan membagikan informasi pribadi secara berlebihan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.
Sekilas, berbagi cerita memang dapat memberikan rasa lega. Bahkan, penelitian psikologi menunjukkan bahwa mengungkapkan perasaan kepada orang lain dapat membantu mengurangi stres dan memperkuat hubungan sosial.
Namun, ketika dilakukan secara berlebihan, oversharing justru dapat menimbulkan berbagai konsekuensi psikologis maupun sosial.
Psikologi memandang bahwa menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan privasi merupakan salah satu bentuk kecerdasan emosional. Tidak semua hal perlu diketahui orang lain, terutama jika informasi tersebut dapat merugikan diri sendiri di masa depan.
Dilansir dari Psychology Today pada Jumat (17/7), terdapat delapan alasan mengapa berbagi informasi secara berlebihan bukanlah kebiasaan yang baik menurut psikologi.
1. Mengurangi Batasan Pribadi (Personal Boundaries)
Dalam psikologi, personal boundaries adalah batas sehat antara diri sendiri dan orang lain. Batas ini membantu seseorang menjaga identitas, privasi, serta kesehatan mental.
Ketika seseorang terlalu sering menceritakan kehidupan pribadinya kepada siapa saja, batas tersebut menjadi semakin kabur. Akibatnya, orang lain merasa memiliki akses terhadap kehidupan pribadi yang sebenarnya tidak perlu mereka ketahui.
Lama-kelamaan seseorang bisa merasa kehilangan ruang pribadi karena terlalu banyak orang mengetahui masalah, kebiasaan, bahkan rahasia hidupnya.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
