Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Juli 2026 | 21.31 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Beruntun Hari Ini, Ahli Kebencanaan Ingatkan 4 Panduan Keselamatan

Tangkapan layar kondisi Gunung Anak Krakatau dalam pantauan CCTV Lava93 milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, KESDM. (Dok PVMBG)

JawaPos.com - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, kembali menunjukkan eskalasi yang signifikan. Sepanjang hari ini, Rabu (8/7), gunung api aktif tersebut dilaporkan telah mengalami setidaknya enam kali erupsi beruntun sejak dini hari hingga menjelang siang, memicu semburan kolom abu tebal ke udara.

Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) langsung memberikan atensi khusus. Anggota IABI, Dr. Daryono, membeberkan sejumlah langkah mitigasi yang wajib diperhatikan oleh masyarakat, wisatawan, maupun pelaku aktivitas laut di sekitar Selat Sunda.

"Pertama, patuhi zona larangan akses. Saat ini, otoritas telah menetapkan radius bahaya sejauh 3 kilometer dari kawah aktif," ujar Dr. Daryono, Rabu (8/7).

Mantan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ini menekankan agar nelayan, wisatawan, maupun warga tidak mendekati radius tersebut. Hal ini guna menghindari risiko fatal dari lontaran material pijar, awan panas, dan gas beracun.

Antisipasi Wilayah Pesisir dan Evakuasi Mandiri

Selain menjauhi zona bahaya, Daryono mengingatkan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah pesisir pantai. Mengingat rekam jejak sejarah di Selat Sunda, kesiapan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak fatal.

"Masyarakat di sepanjang garis pantai harus memiliki rencana evakuasi mandiri jika terjadi gempa kuat atau aktivitas gunung api yang memicu anomali air laut," lanjutnya.

Ia mengimbau publik untuk mulai mengenali jalur evakuasi menuju tempat yang lebih aman. Titik kumpul darurat juga harus sudah disepakati bersama keluarga atau komunitas setempat.

Bahaya Abu Vulkanik dan Ancaman Informasi Hoaks

Poin ketiga yang menjadi sorotan adalah antisipasi terhadap sebaran abu vulkanik yang meluas. Jika wilayah pemukiman mulai terpapar, masyarakat diminta segera melindungi sistem pernapasan dan mata.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore