Petugas gabungan dari berbagai instansi masih terus berusaha memadamkan api di TPA Jatiwaringin, Banten. Kebakaran TPA tersebut belum sepenuhnya padam. (BNPB). (Istimewa).
JawaPos.com - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi salah satu opsi dalam penanggulangan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Namun, opsi tersebut belum bisa dilakukan. Karena itu, upaya pemadaman terus dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Udara dan Darat.
Menurut Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI Djohan Darmawan, instansinya sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak awal kebakaran terjadi. Namun, rekayasa cuaca hujan buatan belum dapat dieksekusi.
”Pertumbuhan awan potensial di atas kompleks TPA Jatiwaringin dan sekitarnya terpantau masih sangat minim. BNPB bersama BMKG terus memantau dinamika atmosfer dan menegaskan akan segera mengajukan izin penyemaian awan begitu kondisi meteorologis di wilayah tersebut mulai memenuhi syarat,” terang dia pada Rabu (8/7).
Sejak pertama api menyala, sudah lebih dari 7 hari kebakaran melanda TPA Jatiwaringin. Ratusan personel gabungan dikerahkan untuk melaksanakan operasi pemadaman. Meski api belum padam sepenuhnya, ikhtiar tersebut sudah menunjukkan perkembangan signifikan. Progres penanganan yang dilaporkan telah mendekati angka 49 persen.
”Kolaborasi dari seluruh instansi yang ada ini ada kemajuan-kemajuan. Saat ini sudah mencapai 49 persen dan kami terus fokuskan untuk pendinginan,” kata dia.
Berkaitan dengan kendala medan berat dan titik api yang tidak terjangkau oleh selang pemadam darat, BNPB mengerahkan armada helikopter untuk memperkuat penanganan dari udara. Helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing pada titik-titik api yang tidak bisa dijangkau oleh Satgas Darat menggunakan selang pemadam.
Sementara Satgas Darat, kata Djohan, juga membuat akses jalan terobosan di sisi utara dan selatan guna mempermudah pergerakan mobil damkar. Mereka menyiasati area ketinggian dengan membuat embung-embung penampungan air yang disalurkan melalui 6 hingga 8 lajur selang pemadam, termasuk menyuntikkan cairan kimia khusus agar bara api dapat dikendalikan.
”Dari bawah ini kita berjalan, dari atas pun disiram juga untuk pendinginan mematikan api ini,” imbuhnya.
Jenderal bintang satu TNI AD tersebut memastikan, sebaran api di permukaan TPA Jatiwaringin sudah berhasil diredam. Namun demikian, tantangan utama kini bergeser pada penanganan kepulan asap tebal yang keluar dari bawah gunungan sampah. Berdasar deteksi alat geothermal, material di dalam TPA masih menyimpan potensi panas bumi yang tinggi dan memproduksi gas.
”Adanya asap yang keluar dari dalam tumpukan sampah. Dimungkinkan di dalamnya itu ada sumber panas karena mengandung gas,” ujarnya.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
