Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Juli 2026 | 03.24 WIB

Badan Geologi: Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, Belum Ada Indikasi Erupsi Besar

ILUSTRASI. Gunung Anak Krakatau yang muncul beberapa dekade setelah letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883. - Image

ILUSTRASI. Gunung Anak Krakatau yang muncul beberapa dekade setelah letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883.

JawaPos.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mencatat Gunung Api Anak Krakatau saat ini berada pada ketegori (III) atau siaga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan berdasarkan data pemantauan PVMBG, erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi saat ini lebih mengindikasikan pelepasan energi pada bagian permukaan kerucut gunungapi sehingga memicu dekompresi dalam skala terbatas.

"Sampai saat ini gunungapi Anak Krakatau masih berada di Level III (Siaga) dan sudah memasuki periode fase erupsi," ujar Lana kepada Jawapos.com, Sabtu (4/7).

Lana mengatakan, hingga saat ini, data kegempaan maupun deformasi belum menunjukkan adanya indikasi yang mengarah pada peningkatan tekanan magma yang berpotensi memicu erupsi yang lebih besar.

Peningkatan status lebih ditujukan sebagai langkah antisipatif untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, terutama wisatawan dan nelayan, agar tidak mendekati kawasan gunung sesuai dengan rekomendasi yang telah ditetapkan.

Ia menegaskan bahwa hal tersebut perlu diperhatikan mengingat aktivitas erupsi masih berlangsung dan berpotensi menimbulkan bahaya di sekitar kawah, seperti lontaran material pijar, abu vulkanik, maupun awan panas jika terjadi perubahan aktivitas secara tiba-tiba.

"Prosedur dari Badan Geologi yaitu memberikan rekomendasi teknis terkait aktivitas G. Anak Krakatau yaitu tidak melakukan aktivitas di zona rekomendasi 3 KM dari pusat aktivitas," ujarnya.

Lanjutnya, ia menghimbau kepada masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas G. Anak Krakatau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, dan lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.

Sedangkan, untuk masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore