
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan tertib, transparan, dan akuntabel. (IST)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan tertib, transparan, dan akuntabel dengan layanan yang semakin mudah diakses masyarakat.
Hal itu disampaikan Khofifah saat meninjau proses verifikasi dan validasi data SPMB di SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 5, dan SMA Negeri 9 Surabaya pada 1-2 Juni 2026.
Menurut Khofifah, sistem verifikasi yang diterapkan Dinas Pendidikan Jatim telah diatur secara terjadwal sehingga pelayanan berlangsung tertib tanpa antrean panjang seperti yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya.
"Ruang verifikasi cukup longgar, antrean tertata, dan kapasitas layanan memadai sehingga proses berjalan lancar," ujarnya.
Tahapan pengambilan PIN dan verifikasi data telah berlangsung sejak 29 Mei dan akan berakhir pada 9-10 Juni 2026. Untuk mendukung kelancaran proses, setiap sekolah menyiapkan rata-rata 10 operator pelayanan, sementara calon murid juga diberikan kesempatan mengikuti simulasi pendaftaran daring pada 8-9 Juni 2026.
Khofifah menjelaskan pendaftaran SPMB dilakukan secara bertahap melalui Jalur Domisili pada 11-12 Juni, Jalur Afirmasi, Mutasi Orang Tua/Wali dan Prestasi Hasil Lomba pada 17-18 Juni, Jalur Prestasi Akademik SMA pada 24-25 Juni, serta Jalur Prestasi Akademik SMK pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.
Di sisi lain, ia mengingatkan daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Timur masih terbatas. Dari 618.479 lulusan SMP/MTs/sederajat tahun 2026, sekolah negeri hanya mampu menampung 244.621 murid atau sekitar 39,55 persen. Sisanya sebanyak 373.858 murid perlu melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya.
Karena itu, Pemprov Jatim terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah swasta melalui program beasiswa penuh dan potongan biaya pendidikan.
Pada 2026, sebanyak 2.106 SMA/SMK swasta berpartisipasi dalam program tersebut, meningkat dibandingkan 1.757 sekolah pada 2025. Rinciannya, 783 SMA swasta dan 1.323 SMK swasta menyediakan beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan.
Program tersebut ditargetkan menjangkau 79.086 murid, meningkat dari 72.989 murid pada tahun sebelumnya. Sebanyak 44.113 murid memperoleh beasiswa penuh, sedangkan 34.973 murid lainnya menerima potongan biaya pendidikan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
