
PT PAL Indonesia bersama perusahaan pertahanan Prancis Naval Group memulai proses first steel cutting pada Juli 2026. (Istimewa)
JawaPos.com - Indonesia mulai memasuki tahap pembangunan fisik dua unit kapal selam Scorpene. PT PAL Indonesia bersama perusahaan pertahanan Prancis Naval Group memulai proses first steel cutting pada Juli 2026.
Tahap tersebut dimulai lebih cepat dari target semula yang dijadwalkan pada September tahun ini. Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa mengatakan, percepatan pembangunan fisik dilakukan setelah PT PAL bersama Naval Group menyelesaikan qualification section. Yakni tahap verifikasi yang memastikan kesiapan sumber daya manusia, proses manufaktur, fasilitas produksi, serta sistem pengendalian mutu sesuai standar pembangunan kapal selam kelas dunia.
”Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kompetensi engineer Indonesia, memperkuat industri nasional, dan membangun ekosistem manufaktur teknologi tinggi yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Diana dilansir dari Antara.
Menurut dia, keberhasilan menyelesaikan tahap tersebut menunjukkan proses alih teknologi telah berjalan efektif dan meningkatkan kemampuan insinyur Indonesia dalam menguasai teknologi manufaktur berpresisi tinggi. PT PAL telah mengirimkan puluhan insinyur ke fasilitas Naval Group di Prancis untuk mengikuti pelatihan intensif di berbagai bidang, mulai dari pengelasan, rekayasa konstruksi, sistem mekanikal, sistem kelistrikan, hingga pengendalian mutu.
”Kompetensi tersebut kemudian diterapkan secara langsung dalam pelaksanaan qualification section yang diverifikasi tim Naval Group,” ungkap Diana.
Proyek pembangunan dua kapal selam bertenaga baterai litium kelas Scorpene ini mulai proses pemotongan pelat baja perdana diajukan menjadi akhir Juli ini. Aktivitas produksi sepenuhnya tanggung jawab PT PAL.
PT PAL menyatakan percepatan produksi ini untuk memangkas linimasa pengiriman. Sesuai kontrak awal, kapal selam pertama ditargetkan rampung dalam waktu tujuh tahun, yaitu pada 2032 dan disusul unit kedua pada tahun kedelapan.
”Kami tidak hanya bicara soal kecepatan, tetapi ketepatan mutlak. Spesifikasi kapal selam memiliki tingkat risiko sangat tinggi dengan toleransi kesalahan nol. Karakteristik strukturnya membutuhkan kelenturan material tinggi, sehingga tidak ada ruang untuk trial and error,” tandas Diana.
Pihak Naval Group memuji performa para welder Indonesia yang berhasil meraih predikat zero weld defect alias lulus dengan hasil sempurna tanpa cacat pengelasan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022