Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 19.27 WIB

Hadapi Potensi El Nino 2026, Pemerintah Percepat Pompanisasi Selamatkan Musim Tanam

Pompanisasi menjadi salah satu strategi adaptasi perubahan iklim yang dijalankan Kementan untuk memastikan sumber air tetap dapat dimanfaatkan ketika curah hujan menurun. (Istimewa) - Image

Pompanisasi menjadi salah satu strategi adaptasi perubahan iklim yang dijalankan Kementan untuk memastikan sumber air tetap dapat dimanfaatkan ketika curah hujan menurun. (Istimewa)

JawaPos.com – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program pompanisasi sebagai langkah mitigasi utama menghadapi potensi fenomena El Nino pada 2026 yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berada pada kategori lemah hingga moderat.

Melalui percepatan penyaluran pompa air, rehabilitasi irigasi, dan optimalisasi sumber air, pemerintah berupaya memastikan petani tetap dapat menanam, menjaga produksi pangan nasional, serta mempertahankan target swasembada pangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Kementan memilih melakukan langkah antisipatif sebelum dampak kekeringan meluas. Menurutnya, pengalaman menghadapi El Niño pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting bahwa mitigasi harus dilakukan sejak dini.

"Kita harus bergerak sebelum kekeringan meluas. Jangan sampai petani kehilangan musim tanam. Karena itu kami mempercepat berbagai langkah mitigasi, salah satunya melalui gerakan pompanisasi agar air tetap tersedia dan produksi pangan tetap aman," kata Amran, Jumat (3/6).

Amran menjelaskan, selain pompanisasi, pemerintah juga mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan, serta pemanfaatan teknologi pertanian untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

"Kita tidak boleh menunggu krisis terjadi. Prinsip kita adalah mitigasi dari hulu. Air harus tersedia, irigasi harus berfungsi, dan petani harus tetap bisa menanam. Dengan cara itu, produksi pangan nasional tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan iklim," ujarnya.

Menurut Amran, strategi mitigasi perubahan iklim menjadi semakin penting mengingat pemerintah tengah mempercepat pencapaian swasembada pangan. Berbagai intervensi diklaim telah dilakukan pemerintah selama ini telah menunjukkan hasil positif.

Hal tersebut terlihat dari meningkatnya produksi pangan nasional, cadangan beras pemerintah yang telah mencapai sekitar 5,1 juta ton atau tertinggi sepanjang sejarah, serta proyeksi Food and Agriculture Organization (FAO) yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan peningkatan produksi beras tertinggi di dunia pada 2025–2026.

Pompanisasi menjadi salah satu strategi adaptasi perubahan iklim yang dijalankan Kementan untuk memastikan sumber air tetap dapat dimanfaatkan ketika curah hujan menurun. Melalui pompa air, lahan yang berpotensi mengalami kekeringan tetap dapat diairi sehingga petani tidak kehilangan kesempatan tanam.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore