
Ilustrasi Polri
JawaPos.com - Momentum Hari Bhayangkara yang diperingati 1 Juli 2026 menjadi pengingat atas perjalanan panjang institusi kepolisian di Indonesia. Sematan "Bhayangkara" berakar dari sejarah Kerajaan Majapahit pada abad ke-14, sebagai dasar kesetiaan, integritas, dan pengabdian yang diwariskan pasukan tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi identitas kepolisian modern Indonesia.
Dalam menjalankan tugasnya, Polri berpedoman pada nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya sebagai landasan moral serta etika profesi. Kedua pedoman tersebut menjadi fondasi bagi anggota Bhayangkara dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum secara adil serta menjunjung tinggi kepentingan masyarakat.
Analis politik dan hukum, Boni Hargens, menilai visi Polri Presisi merupakan arah transformasi yang komprehensif bagi institusi kepolisian. Menurutnya, konsep tersebut menghadirkan paradigma baru yang menempatkan Polri sebagai lembaga yang adaptif, akuntabel, dan berpijak pada prinsip negara hukum.
Ia menjelaskan, pendekatan prediktif menggeser pola kerja kepolisian dari yang bersifat reaktif menjadi berbasis analisis data dan intelijen. Dengan dukungan teknologi informasi, potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi lebih dini sehingga sejalan dengan konsep smart policing yang berkembang di berbagai negara.
"Aspek responsibilitas menuntut setiap tindakan aparat kepolisian dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, etika, dan moral. Prinsip ini juga mendorong penguatan pengawasan internal, penindakan terhadap pelanggaran anggota, serta penggunaan kewenangan secara proporsional," kata Boni Hargens kepada wartawan, Rabu (1/7).
Sementara transparansi berkeadilan diwujudkan melalui keterbukaan informasi, publikasi kinerja, pengelolaan anggaran yang akuntabel, serta sistem pengaduan masyarakat yang responsif agar keadilan dapat dirasakan secara nyata.
Boni menegaskan, keberadaan institusi kepolisian yang profesional merupakan syarat utama bagi tegaknya demokrasi. Menurutnya, demokrasi tidak akan berjalan baik tanpa aparat penegak hukum yang independen dan berkomitmen terhadap supremasi hukum.
"Oleh karenanya, kita patut mengapresiasi bahwa agenda reformasi Polri yang sudah berjalan mencerminkan perubahan multidimensional yang sungguh menyentuh aspek struktural, kultural, maupun kapasitas sumber daya manusia secara simultan dan berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Boni, penguatan hubungan antara Polri dan masyarakat juga menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam membangun institusi kepolisian yang modern. Kepercayaan publik, kata dia, merupakan fondasi utama legitimasi kepolisian dalam menjalankan tugasnya.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
