Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Juni 2026 | 00.59 WIB

Kemenag Salurkan Dana Zakat dan Wakaf Rp 26,8 Miliar ke 38 Provinsi, Fokus Pemberdayaan Yatim dan Disabilitas

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur (kanan) mendampingi Menag Nasaruddin Umar di sela kegiatan Lebaran Yatim di Jakarta. (Dok. Kemenag) - Image

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur (kanan) mendampingi Menag Nasaruddin Umar di sela kegiatan Lebaran Yatim di Jakarta. (Dok. Kemenag)

JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan dana zakat dan wakaf sebesar Rp 26,8 miliar kepada penerima manfaat di 38 provinsi dalam rangka pelaksanaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan capaian tersebut mencerminkan pengelolaan dana sosial keagamaan yang semakin terukur dan akuntabel. Menurutnya, setiap dana yang dihimpun dari masyarakat harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

"Setiap rupiah yang terkumpul dari masyarakat harus bisa dipertanggungjawabkan secara jelas, sampai ke mana dan untuk apa. Tahun ini kami memastikan seluruh proses penyaluran terdokumentasi dengan baik, sehingga publik dapat melihat sendiri bagaimana dana zakat dan wakaf benar-benar bekerja untuk masa depan anak-anak yatim dan penyandang disabilitas," kata Waryono, Senin (29/6).

Ia menjelaskan, dari total dana yang disalurkan, sebesar Rp 11,8 miliar diberikan dalam bentuk santunan tunai untuk memenuhi kebutuhan dasar para penerima manfaat. Sementara, Rp 5,4 miliar dialokasikan untuk paket sembako dan perlengkapan sekolah.

Adapun sisanya digunakan untuk mendukung program pemberdayaan, seperti bantuan modal usaha melalui Barokah Market, pelatihan kapasitas, serta beasiswa pendidikan yang tersebar di seluruh provinsi.

Waryono menjelaskan, pola penyaluran tersebut merupakan bagian dari transformasi pengelolaan filantropi Islam yang kini lebih menitikberatkan pada pemberdayaan jangka panjang dibandingkan bantuan yang bersifat konsumtif.

"Kami ingin anak-anak binaan ini punya bekal untuk berdiri di atas kaki mereka sendiri di masa depan," jelasnya.

Konsep pemberdayaan itu juga diwujudkan melalui penyelenggaraan lima zona festival yang menjadi bagian dari acara. Kelima zona tersebut meliputi Zona Tumbuh sebagai ruang edukasi interaktif, Zona Berdaya untuk pengembangan keterampilan, Barokah Market sebagai etalase produk hasil karya anak binaan, Zona Ekspresi untuk kegiatan seni dan kreativitas, serta Zona Cahaya yang menampilkan pelelangan karya terbaik peserta.

Menurut Waryono, setiap zona dirancang untuk mendukung proses pemberdayaan secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas hingga membuka akses terhadap peluang ekonomi kreatif.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore