
Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said. (Kemenag)
JawaPos.com - Atensi Kementerian Agama (Kemanag) terhadap berbagai kasus kekerasan seksual di pondok pesantren (ponpes) diwujudkan dalam berbagai langkah. Salah satunya melalui seleksi anggota Majelis Masyayikh periode 2026–2031. Dalam seleksi tersebut standar mutu pesantren menjadi penekanan.
Sejauh ini proses seleksi sudah sampai pada tahap wawancara. Para calon anggota Majelis Masyayikh ditanyai secara langsung oleh 9 anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang dipilih dan ditetapkan secara langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
Berdasar data dari Kemenag, secara keseluruhan ada 83 bakal calon yang terdaftar mengikuti proses seleksi. Mereka terdiri atas 61 peserta yang melakukan wawancara secara daring atau online serta 22 peserta secara luring atau langsung. Proses tersebut berlangsung pada 25-27 Juni 2026.
”Wawancara dilakukan sebagai proses pendalaman terhadap kapasitas keilmuan, integritas, pengalaman, dan visi para bakal calon,” ungkap Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said dikutip pada Sabtu (28/6).
Basnang menegaskan bahwa Majelis Masyayikh memiliki peran strategis dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan pesantren. Karena itu, proses seleksi harus memastikan para calon terpilih memiliki kompetensi dan profesionalisme yang memadai dalam menjalankan tugas dan fungsi kelembagaan.
”Proses seleksi perlu memastikan bahwa calon yang terpilih memiliki kompetensi dan profesionalisme yang memadai dalam menjalankan tugas dan fungsi kelembagaan,” tegasnya.
Menurut Basnang, salah satu aspek penting yang menjadi perhatian Kemenag adalah kemampuan calon anggota Majelis Masyayikh dalam memahami dan mengawal standar mutu pendidikan pesantren. Bagi Kemenag itu aspek yang sangat penting.
”Termasuk (kemampuan) pengembangan kurikulum serta sistem penjaminan mutu yang sesuai dengan karakteristik dan kekhasan pesantren,” ucap dia.
Selain kapasitas keilmuan, komposisi keanggotaan Majelis Masyayikh juga diharapkan mencerminkan keberagaman latar belakang dan keahlian. Kemenag ingin pengisi Majelis Masyayikh mewakili rumpun keilmuan, pengalaman manajerial, kemampuan teknis, dan aspek administrasi.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
