
Ketua PGRI Jawa Timur Teguh Sumarno.
JawaPos.com - Isu perkubuan di antara guru menjadi salah satu atensi Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Dalam Konferensi Kerja Nasional PGRI di Jakarta pada 19-20 Juni 2026, Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar PGRI Teguh Sumarno meminta semua guru bersatu untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama.
Teguh tidak menampik, saat ini terjadi perkubuan di antara para guru. Mulai guru Aparatur Sipil Negara (ASN), guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K, sampai guru paruh waktu. Dia tidak ingin kubu-kubu para guru itu dibiarkan dan menjadi persoalan yang berkepanjangan. Karena itu, dia meminta semua guru bersatu.
”Sekarang, guru-guru ini berkubu-kubu, ada ASN, P3K, dan guru paruh waktu. Kalau Pengurus Besar PGRI, pengurus provinsi, kota dan kabupaten tidak tanggap, maka kubu-kubu ini akan berkepanjangan,” kata dia dalam keterangan resmi pada Sabtu (20/6).
Kepada para guru, Teguh mengingatkan agar mereka tidak mudah diadu domba dan dipecah belah oleh pihak tertentu. Pengurus Besar PGRI sangat serius mengantisipasi potensi tersebut. Untuk itu, dia meminta agar semua pengurus di level provinsi, kota, dan kabupaten menampung aspirasi para guru. Sehingga guru-guru punya ruang dan aspirasi mereka bisa diteruskan.
”Guru sudah tidak berani berteriak menyampaikan aspirasi, guru tidak berani menentang birokrasi, hanya lewat PGRI yang bisa mewakili hati nurani mereka untuk memperbaiki kehidupan guru yang lebih baik,” ujarnya.
Lewat Konferensi Kerja Nasional PGRI di Jakarta, Teguh mengajak seluruh jajarannya untuk kembali menyatukan visi perjuangan. Terutama dalam menegakkan martabat profesi guru dan tenaga kependidikan di Indonesia. Dia ingin PGRI bergerak dan bekerja untuk memperjuangkan kemakmuran bagi seluruh tenaga kependidikan. Tidak terkecuali para guru di pelosok daerah.
”Insya Allah dengan kehadiran para pengurus Pengurus Besar PGRI sekarang ini, dengan kegiatan Konkernas PGRI ini, bisa membawa perubahan kepada para guru. Kalau PGRI jujur, adil, masyarakat Indonesia bisa makmur,” ucap dia.
Dalam kesempatan yang sama, Teguh juga menyinggung soal honor guru yang masih perlu untuk terus didorong. Dia memastikan, PGRI akan memperjuangkan hal itu. Tujuannya semata-mata untuk memastikan seluruh guru dan tenaga kependidikan mendapatkan hak-hak mereka.
”Bagaimana ada rasa tanggung jawab seorang guru kalau honornya saja tidak diperhatikan,” pungkasnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
