
Zainut Tauhid Sa'adi. (Dokumentasi MUI)
JawaPos.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyoroti maraknya aksi demonstrasi yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Penyampaian kritik terhadap pemerintah merupakan hak konstitusional yang harus dihormati, namun tetap perlu dilakukan dengan cara yang santun dan beradab.
Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, Zainut Tauhid Sa'adi, mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para aktivis yang menyampaikan aspirasi di ruang publik, untuk meneladani kisah Nabi Musa ketika memberikan peringatan kepada Fir'aun.
"Jika kepada Fir'aun saja Nabi Musa dan Harun diperintahkan untuk berbicara dengan santun namun tegas tanpa kalimat merendahkan, maka sudah sepatutnya dalam konteks berbangsa dan bernegara di tanah air, kita mengedepankan komunikasi yang beradab demi menjaga persatuan," kata Zainut Tauhid, Rabu (17/6).
Ia menilai, aktivis baik dari kalangan pemuda maupun mahasiswa, memiliki peran strategis dalam mengawal arah perjalanan bangsa.
Sikap kritis terhadap kebijakan publik serta kepedulian terhadap keadilan sosial merupakan cerminan idealisme yang masih terjaga.
"Keberanian menyuarakan kebenaran terhadap kebijakan publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak adalah hal yang positif dan dilindungi oleh konstitusi," ujarnya.
Meski demikian, Zainut menegaskan bahwa kritik yang disampaikan kepada pemerintah tidak boleh dilepaskan dari etika.
Kritik seharusnya dibangun di atas dasar objektivitas dan argumentasi yang kuat, bukan melalui caci maki atau tindakan yang merendahkan martabat sesama.
Menurutnya, sebagai kelompok terdidik sekaligus pemimpin opini di kalangan generasi muda, mahasiswa semestinya menghadirkan narasi yang mencerminkan kedalaman ilmu pengetahuan, kedewasaan berpikir, dan sikap objektif.
"Gerakan mahasiswa adalah gerakan moral-intelektual, penggunaan diksi yang kasar justru mendegradasi marwah gerakan tersebut," tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022