
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menegaskan tidak ada pihak yang kebal hukum dalam pemerintahan, termasuk dalam pelaksanaan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai setiap pejabat maupun pihak yang terlibat harus tunduk pada aturan dan arahan Presiden.
Pernyataan ini disampaikan menanggapi penetapan tersangka terhadap mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, serta dua wakilnya Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.
Hasan menekankan, kedekatan dengan Presiden tidak dapat dijadikan alasan untuk melanggar ketentuan hukum maupun etika pemerintahan. Menurutnya, Presiden menginginkan seluruh program strategis berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Di mata presiden, di mata hukum kita, nggak ada orang yang kebal hukum. Tidak ada orang yang tidak bisa digantikan oleh orang lain, dan jarak terhadap presiden, proximity terhadap presiden, kedekatan dengan presiden nggak bisa dijadikan untuk melakukan hal-hal yang sudah jelas-jelas dilarang oleh Presiden,” kata Hasan Nasbi sebagaimana unggahan pada media sosial TikTok, Minggu (7/6).
Ia juga menyampaikan, Presiden telah menunjuk pimpinan baru, yakni Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN untuk memperkuat pelaksanaan program MBG agar berjalan lebih baik ke depan.
Hasan mengaku mengenal sosok Nani S Deyang secara cukup dekat dalam beberapa bulan terakhir. Keduanya diketahui sama-sama menjabat sebagai komisaris di salah satu badan usaha milik negara (BUMN) setelah Hasan tidak lagi bertugas di Kantor Komunikasi Kepresidenan.
“Saya pribadi kenal beliau, mungkin kenal intensif dengan beliau selama 8 bulan terakhir, kebetulan setelah saya tidak lagi menjabat di Kantor Komunikasi Kepresidenan, saya kemudian diangkat menjadi komisaris di salah satu BUMN, dan beliau juga merupakan komisaris di BUMN yang sama, dari interaksi kita, dari interaksi saya dengan beliau selama 8 bulan terakhir, saya bisa melihat keseriusan beliau untuk membenahi program prioritas presiden,” tutur Hasan.
Menurut Hasan, penunjukan Nani S Deyang menunjukkan komitmen Presiden untuk memastikan program MBG tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan memperkuat pelayanan publik. Ia optimistis kepemimpinan baru mampu memperbaiki berbagai persoalan yang sebelumnya muncul dalam pelaksanaan program tersebut.
Hasan juga menyinggung pentingnya loyalitas terhadap kepercayaan yang diberikan Presiden. Ia menilai, dukungan dan perhatian Presiden seharusnya dijawab dengan kerja yang serius, bukan justru menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
