Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Juni 2026 | 15.30 WIB

Terkait Pergantian Kepala BGN, Hasan Nasbi Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum di Pemerintahan Prabowo

Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menegaskan tidak ada pihak yang kebal hukum dalam pemerintahan, termasuk dalam pelaksanaan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai setiap pejabat maupun pihak yang terlibat harus tunduk pada aturan dan arahan Presiden.

Pernyataan ini disampaikan menanggapi penetapan tersangka terhadap mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, serta dua wakilnya Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.

Hasan menekankan, kedekatan dengan Presiden tidak dapat dijadikan alasan untuk melanggar ketentuan hukum maupun etika pemerintahan. Menurutnya, Presiden menginginkan seluruh program strategis berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Di mata presiden, di mata hukum kita, nggak ada orang yang kebal hukum. Tidak ada orang yang tidak bisa digantikan oleh orang lain, dan jarak terhadap presiden, proximity terhadap presiden, kedekatan dengan presiden nggak bisa dijadikan untuk melakukan hal-hal yang sudah jelas-jelas dilarang oleh Presiden,” kata Hasan Nasbi sebagaimana unggahan pada media sosial TikTok, Minggu (7/6).

Ia juga menyampaikan, Presiden telah menunjuk pimpinan baru, yakni Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN untuk memperkuat pelaksanaan program MBG agar berjalan lebih baik ke depan.

Hasan mengaku mengenal sosok Nani S Deyang secara cukup dekat dalam beberapa bulan terakhir. Keduanya diketahui sama-sama menjabat sebagai komisaris di salah satu badan usaha milik negara (BUMN) setelah Hasan tidak lagi bertugas di Kantor Komunikasi Kepresidenan.

“Saya pribadi kenal beliau, mungkin kenal intensif dengan beliau selama 8 bulan terakhir, kebetulan setelah saya tidak lagi menjabat di Kantor Komunikasi Kepresidenan, saya kemudian diangkat menjadi komisaris di salah satu BUMN, dan beliau juga merupakan komisaris di BUMN yang sama, dari interaksi kita, dari interaksi saya dengan beliau selama 8 bulan terakhir, saya bisa melihat keseriusan beliau untuk membenahi program prioritas presiden,” tutur Hasan.

Menurut Hasan, penunjukan Nani S Deyang menunjukkan komitmen Presiden untuk memastikan program MBG tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan memperkuat pelayanan publik. Ia optimistis kepemimpinan baru mampu memperbaiki berbagai persoalan yang sebelumnya muncul dalam pelaksanaan program tersebut.

Hasan juga menyinggung pentingnya loyalitas terhadap kepercayaan yang diberikan Presiden. Ia menilai, dukungan dan perhatian Presiden seharusnya dijawab dengan kerja yang serius, bukan justru menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore