
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melakukan relokasi besar-besaran terhadap warga binaan dari Lapas Kelas IIA Jambi dan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi ke fasilitas pemasyarakatan baru.
JawaPos.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melakukan relokasi besar-besaran terhadap warga binaan dari Lapas Kelas IIA Jambi dan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi ke fasilitas pemasyarakatan yang baru. Langkah ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus memperkuat aspek keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.
Pemindahan tersebut melibatkan sebanyak 990 warga binaan dari Lapas Bagansiapiapi serta 1.553 warga binaan dari Lapas Jambi. Proses relokasi dipimpin langsung oleh Direktur Kepatuhan Internal Ditjenpas, Tatan Dirsan Atmaja, bersama tim, didampingi Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi dan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau.
Juru Bicara Ditjenpas Kemenimipas, Rika Aprianti, mengatakan relokasi dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas layanan pemasyarakatan di Indonesia.
“Pemindahan warga binaan ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas pembinaan dan keamanan di lingkungan pemasyarakatan,” kata Rika Aprianti kepada wartawan, Minggu (7/6).
Lapas Bagansiapiapi yang baru kini berlokasi di daerah Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir. Fasilitas baru tersebut memiliki kapasitas hunian mencapai 1.500 orang, jauh lebih besar dibanding kapasitas lapas sebelumnya yang hanya mampu menampung 98 orang warga binaan.
Kondisi over kapasitas di Lapas Bagansiapiapi sebelumnya dinilai sudah sangat memprihatinkan. Tingkat hunian bahkan disebut mencapai sekitar 1.000 persen, sehingga membutuhkan penanganan serius demi menjaga keamanan serta kelancaran program pembinaan bagi warga binaan.
Rika menegaskan, proses relokasi warga binaan dari Lapas Bagansiapiapi berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
“Proses relokasi massal sebanyak 990 WBP Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi dari lapas lama ke lapas baru telah terlaksana dengan aman, dan zero insiden berkat sinergitas yang solid antara Tim Ditpamintel, Kanwil Riau, Lapas Bagansiapiapi, serta jajaran TNI-Polri,” ujar Rika.
Sementara itu, Lapas Jambi yang baru berlokasi di daerah Sangeti, Kabupaten Muaro. Lapas tersebut memiliki kapasitas hunian sebanyak 952 orang, meningkat signifikan dibanding lapas lama yang hanya berkapasitas 417 orang.
Selain mengalami keterbatasan kapasitas, Lapas Jambi lama juga dinilai rawan terdampak banjir. Kondisi tersebut kerap mengganggu pelaksanaan pembinaan, perawatan warga binaan, hingga berpotensi mempengaruhi stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
