
ILUSTRASI: Foto udara saat petugas tenaga kebencanaan beristirahat di tengah penanganan karhutla di kawasan Danau Cermin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, beberapa tahun lalu. (BPBD Kalsel/Antara)
JawaPos.com - Masyarakat Jambi mulai mewaspadai ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dipicu cuaca panas ekstrem.
Para pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Provinsi Jambi diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Menyikapi itu, Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah IV Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggelar rapat koordinasi kesiapsiagaan penanganan Karhutla pada PBPH di Jambi yang diikuti oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komisariat Daerah Jambi.
Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah IV Andi Rohaendi menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dalam pengendalian karhutla. Oleh karena itu, kesiapsiagaan seluruh pemegang PBPH harus terus diperkuat. Mulai dari kesiapan personel, sarana dan prasarana, patroli, hingga koordinasi dengan KPH, pemerintah daerah, dan masyarakat.
"Kita komit zero Karhutla. Kami berharap seluruh pemegang PBPH dapat menjalankan tanggung jawab secara konsisten untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi," ujar Andi Rohaendi di Jakarta, Senin (3/8).
Peserta mendapat informasi mengenai kondisi dan tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan di Jambi. Mulai dari prakiraan cuaca dan iklim, strategi penanggulangan bencana, serta langkah-langkah penguatan kesiapsiagaan pada wilayah kerja PBPH maupun wilayah kelola KPH.
Andi Rohaendi melanjutkan, Kemenhut berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemegang PBPH, KPH, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan pencegahan, deteksi dini, patroli, dan penanganan kebakaran hutan dan lahan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, Ibnu Sulistyono, menyampaikan bahwa informasi cuaca dan iklim harus dimanfaatkan sebagai dasar pelaksanaan patroli serta peningkatan kesiapsiagaan di lapangan.
"Karena kewaspadaan sejak dini menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," imbuh Ibnu Sulistyono.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022