
Pasukan dari 3 matra TNI yang memiliki kemampuan spesifik sebagai pengendali drone turut dipamerkan dalam defile di Penutupan Latsarmil Komcad ASN pada Jumat (5/6). (Kemhan)
JawaPos.com - Di sela penutupan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang diikuti oleh 1.758 Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma pada Jumat (5/6), Kementerian Pertahanan (Kemhan) memamerkan pasukan dari 3 matra TNI yang memiliki kemampuan kendali drone tempur.
Para prajurit TNI dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara itu tampil sebagai bagian dalam rangkaian defile pasukan. Mereka memiliki kemampuan spesifik sebagai pengguna drone, termasuk drone tempur kamikaze. Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, pasukan tersebut organik.
”Yang ditampilkan dalam defile tersebut bukan satuan baru, melainkan personel organik TNI dari matra darat, laut, dan udara yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan sistem drone, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” kata Rico saat dikonfirmasi.
Rico mengakui, para prajurit tersebut memiliki kemampuan sebagai operator drone. Mereka juga mampu memanfaatkan dan mengembangkan drone dalam mendukung operasi militer modern. Selain pengawak alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI, mereka kini juga bertugas sebagai instruktur dan trainer yang diberi tugas untuk meningkatkan kemampuan operasi drone di berbagai satuan TNI.
”Kemampuan drone menjadi salah satu fokus pengembangan TNI seiring perkembangan karakter peperangan modern yang semakin mengandalkan teknologi tanpa awak,” jelasnya.
Berkaitan dengan jumlah personel dan organisasi yang menaungi pasukan tersebut, Rico hanya menjelaskan bahwa mereka tersebar di berbagai satuan TNI. Baik TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU. Dia memastikan, sampai saat ini belum ada satuan khusus drone yang diisi oleh prajurit dari tiga matra maupun operator khusus drone kamikaze.
”Tidak terdapat satu satuan drone kamikaze khusus di bawah Kemhan. Pengembangan kemampuan drone tempur ke depan masih terus dikaji dan disiapkan oleh TNI sesuai kebutuhan pertahanan negara,” tegasnya.
Dalam berbagai palagan pertempuran yang terjadi di belahan dunia belakangan ini, drone menjadi alat tempur paling efektif. Baik untuk melaksanakan misi pengintaian, penyerangan, maupun tugas spesifik seperti menghancurkan aset musuh. Tidak heran, TNI juga mengembangkan kekuatan tersebut.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
