
Kementerian Hukum Jawa Timur mengukuhkan dan menyerahkan sertifikat Certified Paralegal of Legal Aid (CPLA) kepada 46 kepala desa di Aula Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi pada Kamis (21/5). (Istimewa)
JawaPos.com - Kementerian Hukum Jawa Timur mengukuhkan dan menyerahkan sertifikat Certified Paralegal of Legal Aid (CPLA) kepada 46 kepala desa di Aula Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi pada Kamis (21/5). Melalui program ini, para kepala desa mampu menjadi perpanjangan tangan layanan bantuan hukum di tingkat desa sekaligus membantu masyarakat memperoleh akses hukum yang lebih mudah dan tepat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kadiv Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Soleh Joko Sutopo, Kepala Pusat Pembudayaan dan Bantuan Hukum Constonius Krisitomo, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi Moni Fatel Kamila, Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia Kabupaten Banyuwangi Budiarto, Direktur Yayasan Konsultasi dan Bantuan Hukum Banyuwangi Moch. Jazuli, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi Yovita Viviningsi Anjayani, Wakil Rektor Mohfud, Ketua Panitia Pengukuhan Paralegal Ahmad Badawi, serta para kepala desa peserta pendidikan dan pelatihan paralegal.
Dalam sambutannya, Kadiv P3H Soleh Joko Sutopo menyampaikan bahwa keberadaan paralegal desa memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami persoalan hukum yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
“Paralegal hadir bukan untuk menggantikan profesi advokat, tetapi menjadi jembatan awal bagi masyarakat dalam memperoleh informasi, pendampingan, dan akses bantuan hukum secara tepat,” ujar Soleh.
Ia menjelaskan bahwa kepala desa menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat sehingga memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran hukum di tingkat desa.
“Kepala desa memahami kondisi sosial masyarakat secara langsung. Karena itu, melalui sertifikasi paralegal ini diharapkan desa mampu menjadi ruang penyelesaian persoalan hukum yang lebih cepat, tepat, dan mengedepankan pendekatan persuasif,” jelasnya.
Soleh juga menekankan bahwa program paralegal menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan hukum yang dapat dijangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah.
Kementerian Hukum Jawa Timur mengukuhkan dan menyerahkan sertifikat Certified Paralegal of Legal Aid (CPLA) kepada 46 kepala desa di Aula Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi pada Kamis (21/5). (Istimewa).
“Kita ingin masyarakat desa tidak merasa jauh dari akses hukum. Dengan adanya kepala desa yang memahami dasar-dasar bantuan hukum, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan pendampingan awal sebelum persoalan berkembang lebih besar,” tambahnya.
Selain pengukuhan dan penyerahan sertifikat, kegiatan ini juga sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi bantuan hukum, dan Kementerian Hukum dalam mendorong meningkatnya kesadaran hukum masyarakat.
Pada kesempatan yang lain, Kakanwil Kemenkum Jatim Haris Sukamto menyampaikan bahwa keberadaan paralegal desa diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh akses bantuan hukum secara lebih luas dan merata.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
