
Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto.
JawaPos.com - Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 38/Polri/Tahun 2026 tertanggal 13 Mei 2026 secara resmi menjadi dasar kenaikan pangkat kapolda metro jaya dari irjen menjadi komjen. Bukan sekedar kenaikan pangkat untuk pengisi jabatan kapolda di Jakarta, keputusan itu menambah opsi calon kapolri.
Bambang Rukminto selaku pemerhati isu-isu kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) menyampaikan hal itu saat diwawancarai oleh awak media. Dia menyatakan bahwa tambahan posisi bintang tiga di tubuh Polri membuka pilihan baru bagi presiden untuk menunjuk kapolri berikutnya.
”Peningkatan status Polda Metro Jaya dan kenaikan pangkat Irjen Asep Edi Suheri menjadi komjen, membuka peluang tambahan kandidat calon next kapolri,” kata dia dikutip pada Jumat (15/5).
Selama ini, pengisi jabatan kapolri kerap diambil dari beberapa posisi strategis di Mabes Polri seperti wakapolri atau kepala Bareskrim Polri. Kini, kapolda metro jaya juga berpeluang menjadi kapolri. Sebab, pangkatnya sudah bintang tiga dan bisa langsung naik jadi bintang empat atau jenderal penuh.
Di luar itu, Bambang menyampaikan bahwa kenaikan status komando tanpa reformasi akuntabilitas, kontrol sipil, dan kultur demokratis aparat berisiko memperbesar struktur keamanan tanpa memperkuat rasa aman publik. Hal itu harus dijawab oleh Polda Metro Jaya.
”Ukuran keamanan demokratis bukan seberapa tinggi pangkat aparatnya, tetapi seberapa efektif negara menjaga stabilitas tanpa mengikis kebebasan sipil dan menjamin rasa aman nyaman masyarakat,” ujarnya.
Menurut Bambang, kenaikan pangkat tersebut bukan hanya menaikan kelas Polda Metro Jaya sebagai salah satu satuan kerja (satker) kewilayahan Polri. Ada risiko yang membayangi keputusan tersebut. Diantaranya semakin dominannya pendekatan kontrol keamanan terhadap ruang sipil, demonstrasi, serta dissent politik.
”Problemnya, keamanan Jakarta sesungguhnya tidak semata soal kapasitas koersif negara. Akar persoalannya justru banyak bersifat struktural seperti ketimpangan sosial, distrust terhadap institusi, penegakan hukum yang problematik, dan polarisasi politik,” bebernya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya buka suara terkait dengan kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya. Kini, jabatan orang nomor satu di Polda Metro Jaya tersebut dipegang oleh seorang jenderal bintang tiga Polri.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
