
Tangkapan layar CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (Istimewa)
JawaPos.com - Korban penyiraman air keras, Andrie Yunus, masih menjalani perawatan secara intensif di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Pada 7 Mei lalu, wakil Koordinator KontraS itu kembali menjalani operasi mata kanan.
Melalui keterangan resmi pada Selasa (12/5), RSCM menyampaikan bahwa saat ini Andrie masih berada dalam pemantauan dan penanganan tim medis multidisiplin. Para dokter itu terdiri atas dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi, oftalmologi, psikiatri, serta tenaga kesehatan lainnya.
Pengerahan dokter sebanyak itu dilakukan guna memastikan proses pemulihan Andrie berjalan optimal dan berkesinambungan. Mengingat, Andrie sudah hampir 2 bulan menjalani perawatan pasca disiram menggunakan air keras pada 12 Maret 2026.
”Secara umum kondisi pasien dalam keadaan stabil dan menunjukkan perkembangan yang baik. Pasien memiliki riwayat luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, dan kedua lengan akibat trauma kimia asam yang terjadi pada 12 Maret 2026,” ungkap RSCM dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media.
Selama menjalani perawatan, Andrie sudah melalui serangkaian tindakan medis dan operasi. Semua dilakukan secara secara bertahap sesuai kebutuhan klinis. Operasi lanjutan terakhir dilakukan berlangsung pada 7 Mei 2026. Yakni operasi pembersihan jaringan dan penutupan luka lanjutan dengan tindakan tandur atau cangkok kulit.
”Pasca tindakan tersebut, pasien menjalani perawatan dan observasi di ruang rawat RSCM untuk pemantauan kondisi klinis dan evaluasi penyembuhan luka,” kata RSCM.
Berdasar hasil evaluasi terakhir pada 8 Mei 2026, kondisi Andrie dinyatakan stabil. Dia tidak mengalami demam, mual, maupun muntah. Selain itu, toleransi makan Andrie juga baik. Dia pun sudah bisa berjalan sendiri. Keluhan nyeri pasca operasi dirasakan minimal dan masih dapat dikontrol dengan terapi yang diberikan oleh tim medis.
”Terkait kondisi mata kanan, saat ini masih dalam tahap penanganan lanjutan dengan tindakan penutupan kelopak mata sementara untuk mendukung proses penyembuhan dan mempertahankan struktur bola mata,” jelas RSCM.
Dari hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) diketahui bahwa kondisi bola mata Andrie masih utuh dan tidak ditemukan tanda pelepasan saraf mata maupun gangguan berat lainnya pada bagian belakang bola mata. Namun demikian, evaluasi berkala tetap dilakukan oleh tim dokter mata bersama tim bedah plastik rekonstruksi.
Berkaitan dengan aspek psikologis, hasil evaluasi tim psikiatri dan psikologi menyatakan bahwa kondisi Andrie saat ini dalam batas normal dan tidak ditemukan adanya gangguan psikologis yang bermakna. Andrie dinilai cukup mampu beradaptasi terhadap kondisi fisik maupun lingkungan sekitarnya serta kooperatif selama menjalani proses perawatan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
