Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Mei 2026 | 04.49 WIB

Viral Bubarkan Acara Nobar Film Pesta Babi, Dandim Ternate: Demi Cegah Isu SARA

Ilustrasi poster nobar film pesta babi. (IG/Watchdog). - Image

Ilustrasi poster nobar film pesta babi. (IG/Watchdog).

JawaPos.com - Keputusan Kodim 1501/Ternate membubarkan acara nonton bareng (nobar) film berjudul Pesta Babi viral di media sosial. Meski sejumlah pihak menyayangkan hal itu, Komandan Kodim (Dandim) 1501/Ternate Kolonel Infanteri Jani Setiadi menyatakan bahwa dirinya hanya ingin menjaga situasi Kota Rempah tetap kondusif.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Sabtu (9/5), Kolonel Jani menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengedepankan langkah dialog persuasif dan pendekatan humanis. Dia tidak menampik, instansinya memang melarang kegiatan nonton bareng dan dialog interaktif itu. Sebab, dia melihat ada potensi kegiatan tersebut bisa memicu keresahan di Ternate.

“Kami ingin memastikan Ternate tetap aman dan nyaman bagi siapa saja. Oleh karena itu, kami melakukan pendekatan secara humanis kepada pihak penyelenggara. Kami mengimbau agar kegiatan ini tidak dilanjutkan demi mencegah isu SARA yang dapat merusak persaudaraan kita di Kota Rempah ini,” ucap Jani.

Menurut perwira menengah TNI AD dengan tiga kembang di pundak itu, larangan acara nobar film Pesta Babi dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Dia tidak ingin gesekan sosial terjadi akibat isu-isu sensitif yang dapat memengaruhi persatuan dan kerukunan di antara warga Ternate.

Sebelum mengambil langkah antisipatif, Kodim 1501/Ternate telah berkoordinasi dengan Polres Ternate. Berdasar hasil pengecekan, kegiatan yang melibatkan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Ternate bersama sejumlah organisasi mahasiswa tersebut diketahui belum memiliki izin resmi dari pihak kepolisian setempat.

Di samping perizinan, aparat juga mencermati materi dan tema kegiatan yang dinilai sensitif bagi masyarakat. Penggunaan judul film dan spanduk bertuliskan Pesta Babi dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memancing reaksi negatif di tengah masyarakat yang majemuk. Apalagi bila dikaitkan dengan isu SARA dan konflik sosial yang pernah terjadi sebelumnya.

”TNI tidak melarang kegiatan diskusi selama dilaksanakan sesuai prosedur, memiliki izin, dan materi yang disampaikan tidak menimbulkan potensi konflik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Jani menegaskan bahwa pihaknya tetap menghargai kebebasan berpendapat dan ruang diskusi bagi masyarakat, jurnalis, maupun mahasiswa. Namun demikian, keselamatan dan ketenangan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Aparat keamanan bersama unsur terkait di Ternate masih terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak penyelenggara guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore