
PT NHM menghadirkan program penanganan gizi melalui NHM Peduli yang difokuskan pada balita di wilayah lingkar tambang Gosowong/(istimewa).
JawaPos.com - PT NHM menghadirkan program penanganan gizi melalui NHM Peduli yang difokuskan pada balita di wilayah lingkar tambang Gosowong. Inisiatif ini merupakan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, dan percepatan penurunan angka stunting nasional.
Program ini bertujuan mendorong penurunan jumlah kasus stunting di wilayah operasional perusahaan melalui pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan perkembangan balita secara bertahap. Pelaksanaannya dibangun di atas kolaborasi erat bersama pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Utara, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat, sehingga setiap langkah selaras dengan kebijakan kesehatan pemerintah dan memberikan dampak yang terarah dan berkelanjutan.
Tahap awal program diawali dengan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Utara untuk memperoleh data balita penderita stunting dari enam puskesmas di wilayah lingkar tambang. Selanjutnya, dilakukan verifikasi lapangan oleh Koordinator Lapangan dan Tim Medis NHM Peduli guna memastikan kondisi aktual balita yang menjadi sasaran program.
Sejak 23 April 2026, berbagai kegiatan telah mulai berjalan, di antaranya pemberian susu formula serta makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan. Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan kader PKK di tingkat kecamatan dan desa sebagai bagian dari penguatan. peran masyarakat dalam mendukung perbaikan gizi balita.
Dokter Pendamping NHM Peduli, dr. Samsul, menekankan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang melalui pemantauan yang konsisten dan menyeluruh.
"Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada pemberian asupan gizi, tetapi juga memastikan setiap anak dipantau perkembangannya secara berkala, sehingga langkah yang diambil dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak," ujarnya.
Setelah tahap pemberian asupan selama 60 hari, akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap status gizi dan kesehatan balita sasaran dengan melibatkan dokter spesialis. Evaluasi ini bertujuan mengidentifikasi kondisi kesehatan serta faktor-faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak secara lebih mendalam, sekaligus menjadi landasan penyusunan langkah tindak lanjut yang lebih tepat sasaran.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
