
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Indonesia. Permohonan maaf itu dia utarakan pada Rabu malam (29/4) setelah pernyataannya soal evaluasi penempatan gerbong khusus perempuan pada rangkaian KRL menuai kritik keras dari publik.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun media sosial resmi Kementerian PPPA, Arifah Fauzi mengakui bahwa pernyataan yang dia sampaikan pasca kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) kurang tepat. Dia meminta maaf kepada publik, khususnya para pihak yang merasa tersakiti atas pernyataan itu.
"Terkait pernyataan saya pasca insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," kata dia.
Dalam pernyataannya ketika ditanyai oleh awak media di RSUD Bekasi Kota pada Selasa (28/4), Arifah Fauzi menyebutkan bahwa pihaknya mengusulkan agar gerbong khusus perempuan pada KRL dipindah ke bagian tengah. Gerbong ujung depan dan belakang dipakai untuk penumpang laki-laki. Pernyataan itu sontak menuai kritik keras dari publik.
Menteri Arifah Fauzi dinilai tidak memberikan solusi tepat. Semua nyawa penumpang transportasi publik sama berharga tanpa memandang gender laki-laki atau perempuan. Atas pernyataan itulah, dia menyampaikan permohonan maaf. Dia mengakui bahwa dalam situasi duka pasca kecelakaan, fokus utama adalah keselamatan dan penanganan korban.
"Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki. Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka," sambung Arifah Fauzi.
Menurut dia, itu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat, adil, dan menyeluruh. Kementerian PPPA hadir demi memastikan hak korban dan anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya dalam tragedi di Bekasi Timur terpenuhi secara utuh.
"Kementerian PPPA berkomitmen memberikan pendampingan psikologis, perlindungan, serta dukungan yang diperlukan, khususnya bagi anak-anak dan keluarga korban yang mengalami trauma akibat peristiwa ini. Mari kita bersama-sama memusatkan perhatian pada penanganan korban," ujarnya.
Dia juga mendorong upaya perbaikan sistem keselamatan transportasi publik. Tujuannya agar tragedi serupa tidak terulang di kemudian hari. Dia menekankan kembali, keselamatan seluruh penumpang dalam setiap transportasi publik menjadi prioritas tertinggi tanpa melihat gender dan latar belakang lainnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
