
Ilustrasi pengadilan. (Istimewa)
JawaPos.com–Penanganan kasus oleh Kejaksaan Agung kembali tuai kontroversi. Pendiri Malaka Project sekaligus aktivis Ferry Irwandi, secara blak-blakan mengkritik keras penanganan kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Ferry Irwandi menyebut kasus yang menjerat Ibrahim Arief alias Ibam ini jauh lebih ngaco dibandingkan kasus Amsal Sitepu, bahkan Tom Lembong.
”Dari kasusnya Pak Tom Lembong, Ibu Ira, kemarin Amsal Sitepu, sampai hari ini. Gue pikir yang Amsal Sitepu itu, yang kasus videografi itu udah paling parah dari yang paling parah, ternyata ada yang lebih buruk dan menjijikan lagi. Gue gak tau term apa yang lebih tepat dari menjijikan ya,” ujar Ferry dalam unggahan di kanal YouTube pribadinya dikutip Sabtu (25/4).
Poin utama yang membuat Ferry geram adalah posisi hukum para pihak yang terlibat. Dalam kasus ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang secara terang-terangan mengakui menerima gratifikasi, justru tidak berstatus tersangka. Ferry membeberkan fakta persidangan yang mencengangkan.
”Harnowo Susanto, PPK, dia mengaku menerima uang kickback, menerima uang gratifikasi dari vendor, dan vendor juga mengaku telah melakukan itu sebagai bentuk terima kasih atas pengadaan ini,” tandas Ferry.
Bahkan, uang hasil gratifikasi tersebut diakui digunakan untuk membeli motor gede Kawasaki Ninja Z900. Sementara PPK lainnya, Dhani Hamidan Khoir, juga mengaku menerima aliran dana dalam bentuk dolar.
”Bagaimana mungkin, di sebuah kasus yang dianggap sebagai kasus korupsi, dua pihak paling penting dalam kasus pengadaan tersebut, yaitu vendor dan PPK-nya, tidak ada satupun yang menjadi tersangka,” tegas Ferry.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan nasib Ibam. Menurut dia, Ibam bukanlah pejabat negara, staf khusus menteri, maupun staf ahli. Ibam hanyalah seorang konsultan subkontraktor dari yayasan yang bekerja sama dengan Kemendikbudristek.
Ferry menyoroti ketidaklogisan tuntutan 22,5 tahun penjara bagi Ibam. Ibam ditangkap karena dia dianggap sebagai penentu dari spesifikasi pengadaan yang bermasalah tadi. Padahal statusnya disitu adalah konsultan dari yayasan yang bekerja sama-sama Kemendikbud.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022