Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 April 2026 | 18.18 WIB

MBG Tingkatkan Konsumsi Buah dan Susu Siswa, Dokter Singgung Manfaat Jangka Panjang

Siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG)/(Istimewa). - Image

Siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG)/(Istimewa).

JawaPos.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Jogjogan 01, Kabupaten Bogor, mendorong peningkatan konsumsi buah dan susu sekaligus memperluas pengetahuan siswa terhadap ragam makanan bergizi.

Koordinator MBG SDN Jogjogan 01, Redi, menyampaikan bahwa sebelum program berjalan, pola konsumsi siswa cenderung monoton dan kurang variatif. “Sebelumnya anak-anak cenderung mengonsumsi makanan yang itu-itu saja. Setelah ada MBG, mereka jadi lebih mengenal berbagai jenis makanan,” ujarnya.

Seiring berjalannya program, konsumsi buah dan susu meningkat karena menu yang disajikan beragam dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogjogan 02. “Tampilan makanan yang menarik membuat anak-anak lebih antusias. Mereka juga jadi lebih sering makan buah dan minum susu,” tambah Redi.

Dokter Spesialis sekaligus edukator kesehatan, dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD atau yang akrab disapa dr. Koko, menegaskan dukungannya terhadap program MBG. Ia menilai program ini sebagai langkah konkret pemerintah dalam memenuhi kecukupan gizi nasional.

"Bonus demografi itu bukan hanya perihal jumlah penduduk, tapi juga kualitasnya. Upaya pemerintah untuk memberikan kecukupan gizi itu bagus, dan dari awal saya selalu mendukung itu," ujar dokter Koko.

Pernyataan dr. Koko sejalan dengan temuan Poltracking Indonesia dalam survei terbarunya. Hasil survei menunjukkan bahwa program MBG merupakan salah satu program pemerintah yang mendapatkan ekspektasi dan dukungan publik paling tinggi. 

Masyarakat melihat program ini sebagai solusi nyata bagi keluarga menengah ke bawah untuk menjamin kebutuhan makan anak-anak mereka, minimal sekali dalam sehari.

Menariknya, dr. Koko menekankan bahwa pemenuhan gizi tidak harus dibuat rumit. Ia menyarankan agar tata kelola program tetap akuntabel, namun simpel dalam penyajiannya.

"Kembali ke dasar. Nasi, ikan, sayur, telur, atau ayam suir itu sudah cukup. Jangan dibuat rumit. Anak-anak yang rutin mengonsumsi MBG akan terlatih lidahnya (taste education) sehingga tidak jadi pilih-pilih makanan (picky eater) juga," jelasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore