
Suasana Harlah Nahdlatul Ulama di Istora Senayan, Jakata, Rabu (5/2/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos
JawaPos.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyelenggarakan Muktamar ke-35 pada Juli–Agustus 2026. Proses pergantian kepemimpinan itu akan didahului oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) pada April 2026.
Warga Nahdlatul Ulama (NU), Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, menyatakan penyelenggaraan Muktamar ke-35 harus dimulai dari upaya memulihkan kepercayaan. Hal itu dapat dibangun dengan memperbaiki integritas kepemimpinan.
"Krisis integritas pada PBNU saat ini sangat nyata, terutama terkait isu tata kelola haji, mulai dari kuota, katering, pemondokan, hingga pengadaan layanan. Terlepas dari proses hukum yang berjalan, persoalan ini telah berdampak pada persepsi publik," kata pria yang karib disapa Gus Lilur kepada wartawan, Kamis (23/4).
Ia menjelaskan, dalam teori legitimasi Weberian, otoritas kepemimpinan tidak hanya bertumpu pada prosedur formal, tetapi juga pada kepercayaan moral. Karena itu, ia menekankan integritas pemimpin ke depan seharusnya tidak lagi dipertanyakan.
Dengan demikian, secara etis dan organisatoris, pengurus PBNU yang terseret atau terindikasi dalam praktik korupsi tidak memiliki dasar moral yang kuat untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode berikutnya.
"Muktamar harus menjadi mekanisme korektif, bukan sekadar mekanisme reproduksi kekuasaan," tegasnya.
Ia pun menyoroti konsolidasi yang dibangun oleh alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), di antaranya Muhaimin Iskandar hingga Nusron Wahid.
Ia memahami, alumni PMII berhak merebutkan tahta PBNU, tetapi kepemimpinan di PBNU juga mampu diisi oleh pihak-pihak yang berlatar belakang HMI, GMNI, dan organisasi kepemudaan lain.
"Bukan hanya alumni organisasi kepemudaan, bahkan semua umat Islam yang non NU, jika mau masuk NU, juga bisa mengisi jajaran PBNU. Pun, orang non muslim, jika ia masuk Islam, lalu masuk NU, harus dibolehkan masuk jajaran PBNU," cetusnya.
Oleh karena itu, Gus Lilur menyuarakan kepemimpinan PBNU ke depan harus diisi oleh orang-orang yang memiliki integritas, sehingga tidak tercemar dengan prilaku korupsi.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
