Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Desember 2025 | 03.08 WIB

Musyawarah Besar Warga NU Terbitkan 9 Rekomendasi, Percepat Muktamar hingga Kembalikan Tambang ke Negara

Putri bungsu Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Inayah Wahid, dalam konferensi pers di Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (21/12). - Image

Putri bungsu Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Inayah Wahid, dalam konferensi pers di Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (21/12).

JawaPos.com - Musyawarah Besar Warga Nahdlatul Ulama (NU) menyikapi polemik yang terjadi diinternal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Putri bungsu Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Inayah Wahid, menyatakan dinamika yang terjadi di PBNU telah mengalihkan energi NU dari khitmah utamanya.

"Musyawarah Besar Warga Nahdlatul Ulama 2025 ini untuk merespons kondisi yang terjadi di tubuh NU hari ini. Dan tidak sedang memberikan posisi ada di kubu siapa atau kubu siapa, tentunya itu yang pasti," kata Inayah dalam konferensi pers di Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (21/12).

Inayah menjelaskan, musyawarah besar ini menghasilkan 9 rekomendasi penting bagi NU. Ia berharap, rekomendasi yang dihasilkan menjadi pembahasan evaluasi bagi NU ke depan.

"Ada sembilan rekomendasi yang dikeluarkan hari ini, semuanya tentu saja berkaitan dengan kondisi NU, baik yang berkaitan dengan isu-isu yang saat ini sedang ramai dibicarakan sebagai penyebab keretakan di NU, tapi juga ada masalah-masalah yang memang sudah ditengarai sudah lama," ucapnya.

Pertama, mendukung para Masyayikh dan Syarifah. Hal itu berdadarkan jajaran Mustasyar maupun pesantren, khususnya hasil Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Sesepuh NU Lirboyo atas resolusi konflik pemulihan keteduhan organisasi dan pengembalian NU kepada jamaah demi kemaslahatan bangsa dan kelestarian alam.

"Selain mendukung penuh, kami juga meminta pihak-pihak yang berkonflik untuk sam'an wa tha'atan demi menyelamatkan masa depan NU," ucap Inayah.

Kedua, mempercepat pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, Muktamar ke-35 diselenggarakan dan disahkan oleh Rais Aam dan Ketua Umum mandataris Muktamar ke-34 Lampung yang dilaksanakan oleh panitia Muktamar yang direkomendasikan oleh Mustasyar PBNU

"Apabila Muktamar yang dipercepat tidak tercapai, maka diselenggarakan Muktamar Luar Biasa (MLB) sesuai dengan peraturan dalam AD/ART," ujar Inayah.

Ketiga, menyerukan muktamirin untuk tidak memilih pihak-pihak yang terlibat dalam konflik yang terjadi. Seruan ini dilakukan untuk mendorong munculnya pimpinan yang berintegritas, berakhlakul karimah, mengabdikan keseluruhan waktunya untuk NU.

"Tidak memiliki konflik kepentingan dengan institusi lain, baik kepentingan ekonomi, bisnis, politik, sosial, maupun institusi keagamaan lain," tegasnya.

Rekomendasi lainnya turut dibacakan oleh akademisi NU, Mayadina. Dalam kesempatan itu, Mayadina membacakan rekomendasi lanjutannya.

Keempat, jabatan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU hendaknya ditetapkan dan dikembalikan pada mekanisme kearifan para Masyayikh dan Syayikhot secara partisipatoris dan berjenjang dari struktur paling bawah. 

"Bersih dari politik uang dan intervensi pihak luar, serta mengutamakan pendekatan spiritual, musyawarah untuk mufakat, dan adab Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah," ungkapnya.

Kelima, tidak terjadi intervensi dari pihak-pihak mana pun di luar NU. Sebab, NU dinilai telah terbukti mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dengan caranya sendiri secara independen. 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore