
Pusri Palembang mengembangkam Program Kopi Tebat sebagai salah satu program unggulan TJSL karena manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. (Istimewa)
JawaPos.com - Upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani terus didorong melalui Program Kopi Tebat Benawa di Desa Tebat Benawa. Program ini menjadi salah satu program unggulan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pusri yang berfokus pada pengembangan kopi berkelanjutan berbasis masyarakat.
Berada di kawasan kaki Gunung Dempo, program ini melibatkan kelompok tani lokal dalam pengelolaan kebun kopi yang tidak hanya produktif, tetapi juga ramah lingkungan. Pendekatan yang digunakan adalah agroforestri, di mana tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan pohon pelindung seperti petai, jengkol, dan tanaman buah lainnya. Cara ini terbukti membantu menjaga kesuburan tanah serta mengurangi risiko erosi di lahan perbukitan.
Selain itu, petani juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas hasil panen. Salah satunya melalui penerapan metode petik merah, sehingga buah kopi yang dipanen benar-benar dalam kondisi matang. Proses pengolahan pun dilakukan secara lebih terkontrol, sehingga menghasilkan kopi dengan cita rasa yang lebih konsisten dan memiliki karakter khas daerah.
Dari sisi ekonomi, program ini turut memperkuat posisi petani melalui pembentukan kelompok tani yang lebih terorganisir. Dengan demikian, petani memiliki daya tawar yang lebih baik dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada rantai distribusi yang panjang. Hasilnya, kopi yang diproduksi memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Baca Juga:Pusri Kembali Gelar Pengobatan Gratis Klinik Sehati Batch 2 Bagi Masyarakat Kampung Sehati
Dari sisi lingkungan, petani dilatih sehingga terampil dalam mengolah limbah kulit kopi menjadi pupuk kompos yang dapat diaplikasikan bersama dengan pupuk NPK Kopi yang juga merupakan produk Pusri sehingga tercipta circular economy.
VP TJSL Pusri, Rahmawati, menyampaikan, “Program Kopi Tebat Benawa ini kami dorong sebagai salah satu program unggulan TJSL karena manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan kami berharap program ini bisa terus berkelanjutan serta memberi dampak jangka panjang dari sisi ekonomi, social dan lingkungan”.
Program ini juga tetap mengedepankan kearifan lokal masyarakat setempat yang selama ini telah menjaga hutan sebagai sumber kehidupan. Dengan dukungan teknologi pengolahan yang lebih baik, keseimbangan antara tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan.
Kedepan diharapkan Program Kopi Tebat Benawa diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan pertanian berkelanjutan di daerah lain. Dari kaki Gunung Dempo, kopi ini tidak hanya menghadirkan cita rasa khas, tetapi juga membawa cerita tentang upaya menjaga alam dan meningkatkan kesejahteraan petani secara bersama-sama.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
