
Kepala Bacadnas Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema menyampaikan bahwa pembentukan Komcad ASN juga berlaku di level pemda. Saat ini sudah berjalan Latsarmil untuk 500 ASN Pemda Sulsel. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan cuma melibatkan kementerian dan lembaga di level pusat. ASN di pemerintah daerah (pemda) juga ditarik untuk mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) dalam rangka pembentukan Komcad.
Menurut Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Letjen TNI Gabriel Lema, saat ini sudah ada 500 ASN di Pemerintah Daerah (Pemda) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tengah mengikuti Latsarmil pembentukan Komcad ASN.
”Saat ini sudah didahului oleh ASN yang berada di jajaran pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota. Saat ini 500 ASN jajaran pemerintah daerah di Sulawesi Selatan sedang melaksanakan Latsarmil yang dibuka pada tanggal 30 Maret dan berlangsung selama 3 minggu,” kata dia pada Rabu (22/4).
Gabriel menekankan kembali, pembentukan Komcad bukan wajib militer. Program tersebut dilaksanakan atas dasar perintah undang-undang (UU).
Namun demikian, sifatnya adalah sukarela. Tidak ada paksaan kepada siapa pun untuk bergabung menjadi Komcad. Hal itu juga berlaku untuk ASN di pemda.
”Terkait dengan ASN di lingkup pemerintah daerah, ini kan seperti yang amanat tadi saya bacakan, ini bukan wajib militer. Tumbuh secara sukarela, tentu terjawab dari instrumen-instrumen struktur pemerintah,” ucap dia.
Menurut Gabriel, ASN adalah salah satu unsur internal pemerintah yang sudah memiliki kemandirian dan jaminan hidup dari negara. Karena itu, Kemhan melihat lebih dari 5 juta ASN di seluruh Indonesia sebagai potensi cadangan kekuatan untuk mendukung komponen utama yang tidak lain adalah TNI.
”Sehingga kami bersyukur dalam konteks sukarela ini semua terpaut hati untuk menyatukan sikap bahwa negara adalah segala-galanya,” ujarnya.
Bukan hanya ASN di Sulsel, Gabriel yakin, nantinya pembentukan Komcad ASN di daerah juga akan dilakukan di berbagai kabupaten, kota, dan provinsi lain. Baik di Jawa maupun di luar Jawa. Dia pun menyebutkan beberapa pemda yang sudah siap melaksanakan program tersebut.
”Mungkin setelah Sulawesi Selatan nanti akan Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, kemudian Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Kepulauan Riau, bahkan pemerintah daerah yang berada di jajaran wilayah timur (Indonesia),” ujarnya.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
