Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 April 2026 | 03.20 WIB

Jusuf Kalla Minta Maaf Baru Klarifikasi Ceramah Maluku dan Poso, Ini Penjelasan Lengkapnya

Wapres ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) saat memberi ceramah tarawih Ramadhan 1444 Hijriah di Masjid Kampus UGM, Jogjakarta, pada Kamis (5/3). (Dok. UGM) - Image

Wapres ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) saat memberi ceramah tarawih Ramadhan 1444 Hijriah di Masjid Kampus UGM, Jogjakarta, pada Kamis (5/3). (Dok. UGM)

JawaPos.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), akhirnya memberikan klarifikasi terkait kegaduhan yang muncul dari potongan video ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Ramadan lalu.

JK meminta maaf kepada publik atas keterlambatan penjelasannya terkait isu yang viral tersebut. Ia mengaku baru bisa memberikan keterangan setelah tiba di Jakarta dari kunjungan kerja di luar negeri.

"Pertama, saya minta maaf karena baru hari ini dapat menjelaskan masalah-masalah yang viral, karena saya subuh tadi baru pulang dari Jepang," ujar JK dikutip dari Antara, Sabtu (18/4).

Konteks Ceramah di Lingkungan Akademis

JK menegaskan pentingnya memahami konteks saat ceramah tersebut disampaikan. Menurutnya, audiens yang hadir saat itu adalah kalangan intelektual di lingkungan universitas.

"Saya ingin menjawab, menjelaskan tentang ceramah saya, ceramah Ramadhan. Ceramah Ramadhan itu artinya yang hadir hanya orang muslim, ya, di masjid lagi. Kemudian di kampus, berarti orang yang hadir adalah intelektual. Itu dulu yang perlu dipahami tentang keadaan itu," tambahnya.

Meluruskan Isu Konflik Maluku dan Poso

Dalam klarifikasinya, JK menayangkan kembali cuplikan video mengenai konflik Maluku dan Poso. Hal ini dilakukan karena dua peristiwa tersebut menjadi salah satu poin yang sempat viral di tengah masyarakat.

Ia ingin audiens memahami latar belakang sejarah yang terjadi sekitar 26 tahun lalu tersebut. "Karena ini menyangkut Maluku dan Poso, sebelum saya ingin menjelaskan, saya ingin perlihatkan dulu sekilas, karena anda masih muda, mungkin sebagian belum lahir, karena itu terjadi sekitar 26 tahun yang lalu," kata JK.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore