Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Maret 2026 | 18.05 WIB

Berlayar dari Surabaya Sampai Rusia, KRI Bima Suci Jalani Misi Diplomasi Selama 4 Bulan

KRI Bima Suci bertolak dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakut, pada Selasa (31/3). Kapal latih tiang tinggi TNI AL itu akan berlayar ke beberapa negara. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

KRI Bima Suci bertolak dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakut, pada Selasa (31/3). Kapal latih tiang tinggi TNI AL itu akan berlayar ke beberapa negara. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - KRI Bima Suci kembali kembali melaksanakan pelayaran panjang. Dari Surabaya, Jawa Timur (Jatim), kapal latih tiang tinggi milik TNI AL itu akan menjelajah beberapa negara. Dari Asia sampai Eropa, termasuk diantaranya Rusia. Sebanyak 131 kadet turut serta dalam misi diplomasi selama 4 bulan. Baik kadet dari Akademi Angkatan Laut (AAL) maupun kadet dari negara-negara sahabat.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali melepas pelayaran KRI Bima Suci di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut) pada Selasa (31/1). Dia menyampaikan bahwa secara keseluruhan ada 79 taruna AAL dan 52 delegasi program ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) dari 25 negara yang ikut ambil bagian.

”Pelayarannya akan mengunjungi 8 negara. Colombo (Sri Lanka), kemudian Singapura, kemudian ke Vietnam, ke Korea Selatan, ke Shanghai, Vladivostok (Rusia), Jepang, Filipina, baru kembali ke Indonesia. Di Indonesia juga ke beberapa kota seperti Belawan, kemudian ke Bitung, dan beberapa kota lainnya,” ungkap Ali kepada awak media.

Dalam pelayaran tersebut, para kadet akan dilatih berbagai kemampuan pelayaran. Termasuk pelayaran astronomi, ilmu perbintangan, dan navigasi lingkaran besar. Karena itu, pelayaran tersebut memakan waktu hingga 120 hari atau lebih kurang 4 bulan. Di antara negara-negara yang disinggahi, para kadet akan mempromosikan berbagai keunggulan Indonesia. Misalnya UMKM dan pariwisata.

”Pelayaran ini juga mengajarkan para taruna untuk berdiplomasi. Bagaimana diplomasi dengan Angkatan Laut asing yang kita kunjungi. Kebetulan dari mereka juga ikut, kadet-kadet mereka juga ikut dalam pelayaran ini. Ada perwakilan dari tiap-tiap negara,” jelasnya.

Khusus tahun ini, pelayaran KRI Bima Suci turut membawa berbagai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurut Ali, sudah sejak lama TNI AL ingin mengajak berbagai kementerian dan lembaga lain terlibat dalam Kartika Jala Krida. Namun demikian, baru tahun ini keinginan tersebut dapat terwujud. Dia berharap, dalam pelayaran-pelayaran berikutnya kerja sama itu tetap terjaga.

”Kedepan kami akan berusaha menggandeng semua kementerian yang terkait, seperti (Kementerian) Pariwisata juga, kami sudah dapat brosur-brosurnya dari Pariwisata,” kata Ali.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menyampaikan bahwa kolaborasi antara TNI AL dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian UMKM dalam misi diplomasi menggunakan KRI Bima Suci sangat penting. Apalagi kapal tersebut akan singgah di beberapa negara mitra Indonesia.

”Harapan kami sesuai dengan target kami di Kementerian Perdagangan yaitu adalah
dari lokal ke global. Sehingga pemasaran luar negeri itu juga bisa berjalan. Kami memberikan fasilitas untuk para UMKM agar bisa lebih dikenal ke pasar internasional. Kami akan bantu juga dengan beberapa Atase Perdagangan maupun ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) yang ada di beberapa negara,” ujarnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore