
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Jumat (27/3)
JawaPos.com - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Jumat (27/3). Ia memastikan, kondisi di lapangan menunjukkan tren yang mulai terkendali.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Riau didampingi oleh Rocky Gerung selaku Founder Tumbuh Institute, serta unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, dan relawan yang terlibat dalam upaya pemadaman.
Berdasarkan data terbaru, wilayah Dumai masih memiliki 11 hotspot, terdiri dari 2 titik di Dumai Timur dan 9 titik di Medang Kampai dengan status kategori medium. Sementara itu, total luas lahan terdampak kebakaran mencapai sekitar 87,25 hektare.
“Hari ini saya hadir langsung di lokasi di Kecamatan Dumai Timur. Saya didampingi oleh Pak Rocky dari Tumbuh Institute yang sejak beberapa hari terakhir terus bersama kami, mulai dari Rupat, Pelalawan, hingga hari ini di Dumai,” kata Herry Heryawan, Jumat (27/3).
Ia mengungkapkan, penurunan jumlah titik api merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor yang terus dijaga.
“Di Dumai Timur ini ada penurunan yang cukup signifikan. Dari sebelumnya puluhan titik api, alhamdulillah saat ini tinggal delapan titik yang terus kita tangani. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh unsur, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, Manggala Agni, MPA, relawan, hingga dukungan pihak swasta,” jelasnya.
Menurutnya, kunci utama dalam penanganan karhutla tidak lain merupakan kerja sama berkelanjutan, serta respons cepat terhadap berbagai kendala di lapangan.
“Kita tidak bisa bekerja parsial. Semua harus gotong royong. Kendala di lapangan harus segera dijembatani, baik dari sisi peralatan, dukungan water bombing, maupun langkah lain seperti modifikasi cuaca yang sudah kita komunikasikan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, tantangan ke depan masih cukup berat, terutama menjelang puncak musim kemarau pada pertengahan tahun.
“Menghadapi periode Juni sampai Agustus, kerja kolaboratif ini harus terus kita jaga. Ini bukan kerja satu pihak, melainkan kerja bersama,” tuturnya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
