
One way dari Tol Cipali ke Kalikangkung saat momen puncak arus mudik Lebaran, Rabu (18/3). (Dok. Jasa Marga)
JawaPos.com–Dalam pengawalan arus mudik tahun ini, Korlantas Polri bersama instansi terkait lainnya menerapkan rekayasa lalu lintas contra flow dan one way. Sejumlah pemudik merasa terbantu dengan kebijakan tersebut karena terbukti mampu memperlancar arus lalu lintas.
Rico adalah salah seorang pemudik yang merasakan langsung manfaat contra flow dan one way di jalan tol. Pemudik yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung itu menyampaikan bahwa keputusan pemerintah menerapkan rekayasa lalu lintas tersebut terbukti efektif dan ampuh mengurai kepadatan kendaraan.
”Dengan contra flow tersebut, arus yang tadinya full bisa berkurang dari situasi yang saya lihat sebelumnya. Dari Kilometer 20 sampai berapa itu (sempat) padat banget, ketika dari Kilometer 30 adanya contra flow, akhirnya bisa sedikit demi sedikit terurai kepadatan,” kata Rico dikutip pada Sabtu (21/3).
Baca Juga: Hari Pertama Lebaran di Ancol Tembus 25 Ribu Pengunjung, Pantai Jadi Magnet Wisata Keluarga
Bukan hanya contra flow dan one way, Rico menyampaikan bahwa penggunaan beberapa teknologi seperti drone juga terasa manfaatnya oleh pemudik. Sebab, mereka bisa mendapat gambaran pasti terkait dengan informasi terkini arus lalu lintas pada jalur mudik yang akan dilalui.
”Saya lihat lebih modern, ditambah dengan adanya drone dan helikopter yang memantau titik kepadatan yang akhirnya bisa sesegera mungkin anggota untuk datang ke titik kepadatan tersebut,” jelas Rico.
Tidak hanya Rico, pemudik lainnya yang bernama Abel menyampaikan bahwa diskresi kepolisian bersama pengelola jalan tol mampu membantu terhindar dari kemacetan. Keberadaan pos pelayanan pun turut sangat membantu pemudik. Fasilitas itu dinilai mampu memberikan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat selama perjalanan pulang kampung.
”Buat masyarakat yang mau mudik ke Jawa, terutama orang-orang yang mau mudik lain, karena kan pasti kalau udah ada pos pengamanan lebih cepat tanggap,” ujar Rico.
Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa contra flow dan one way nasional berhasil memastikan arus lalu lintas tetap terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan selama puncak arus balik.
”Data pada Kamis, jumlah kendaraan pada puncak arus (mudik) mencapai sekitar 270 ribu kendaraan. Angka itu meningkat sekitar 4,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan catatan 258 ribu kendaraan,” terang Agus.
Untuk memastikan ratusan ribu kendaraan itu dapat melintas dengan lancar, Korlantas Polri bersama instansi terkait lainnya melakukan sejumlah langkah. Di antaranya melakukan contra flow dari Kilometer 36-Kilometer 70. Kemudian one way nasional dari Kilometer 70-Kilometer 414 di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
”Jalan Tol Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) sempat ditutup sementara selama kurang lebih satu setengah jam guna mendukung penerapan contra flow,” terang Agus.
Setelah rekayasa lalu lintas contra flow selesai dilakukan, jalur tersebut kembali dibuka dan arus lalu lintas berangsur lancar. Dia pun kembali menyinggung soal angka kecelakaan lalu lintas selam Operasi Ketupat 2026 yang tercatat mengalami penurunan signifikan sebesar 2,8 persen. Sementara itu, angka fatalitas korban meninggal dunia turun signifikan hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
