Sejumlah umat Hindu melakukan sembahyang Melasti jelang hari raya nyepi di pantai Tanjung Pasir, Tangerang, Minggu (15/03/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 Masehi kepada seluruh umat Hindu yang merayakan. Momentum sakral ini dinilai tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang refleksi mendalam bagi seluruh elemen bangsa dalam memperkuat nilai-nilai integritas.
Menurut KPK, Nyepi menghadirkan jeda yang langka di tengah dinamika kehidupan modern. Dalam keheningan tersebut, setiap individu diajak untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk aktivitas, sekaligus menata ulang arah batin dan kehidupan moral.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa makna Nyepi sangat relevan dalam konteks pemberantasan korupsi. Ia menegaskan, pentingnya refleksi diri sebagai fondasi dalam membangun kesadaran kolektif melawan praktik-praktik yang merugikan negara.
“Nyepi menghadirkan jeda yang langka, ruang sunyi untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk, sekaligus menata ulang arah batin,” kata Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3).
Dalam keheningan tersebut, lanjutnya, refleksi menjadi lebih jernih, terutama terkait nilai kejujuran, integritas, dan batas-batas etika yang tidak boleh dilanggar oleh siapa pun, baik sebagai individu maupun sebagai pejabat publik.
KPK memandang Nyepi sebagai metafora kuat dalam upaya pemberantasan korupsi. Praktik korupsi sering kali bermula dari kegagalan seseorang dalam mengendalikan diri, ketika suara hati diabaikan dan kepentingan pribadi lebih diutamakan daripada kepentingan publik.
“Dalam keheningan itu, refleksi menjadi lebih jernih, tentang kejujuran, integritas, dan batas-batas etika yang tidak boleh dilanggar,” ucap Budi.
Nilai-nilai tapa, brata, yoga, dan semadi yang menjadi inti perayaan Nyepi dinilai selaras dengan semangat antikorupsi. Nilai tersebut mengajarkan pengendalian diri, kejernihan berpikir, serta keberanian untuk kembali pada kebenaran.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
