
Mendikdasmen Abdul Mu'ti berencana menambah sekolah inklusi dan SLB untuk anak berkebutuhan khusus, serta meluncurkan pelatihan guru pendamping. (Dok. IST)
JawaPos.com – Pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus masih menghadapi berbagai tantangan. Tak hanya soal akses, tapi juga guru. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti telah menyiapkan sejumlah skenario.
Sebagai informasi, berdasarkan data survei kesejahteraan Indonesia (SKI) 2024, jumlah anak usia sekolah yang merupakan penyandang disabilitas mencapai lebih dari satu juta anak.
Diakui Mu’ti, masih terdapat sejumlah kendala dalam pengembangan pendidikan inklusi di Indonesia. Salah satunya, keterbatasan guru pendamping bagi siswa disabilitas di sekolah umum.
Kemudian, masih ada tantangan kultural di masyarakat yang belum siap sepenuhnya menerima proses belajar bersama anaknya dengan siswa berkebutuhan khusus.
“Yang ketiga memang ada kendala teknis yang berkaitan dengan ya mungkin biaya ya, biaya karena harus ada guru pendamping yang memang harus diberikan alokasi anggaran tersendiri,” paparnya ditemui usai menghadiri acara Ramadhan Ceria 1000 Difabel dan Dhuafa MPKS PP Muhammdiyah di Jakarta, dikutip Selasa (17/3).
Meski demikian, Mu’ti telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan meluncurkan program percepatan pelatihan guru pendamping bagi anak berkebutuhan khusus. Program ini menyasar guru-guru eksisting yang kemudian diberikan pelatihan khusus agar mampu mendampingi siswa disabilitas di kelas.
Selain itu, Kemendikdasmen berencana memperbanyak sekolah inklusi hingga pembangunan sekolah luar biasa (SLB) di berbagai daerah, salah satunya di Jawa Tengah. “Di tahun 2026 ini kami akan memperkuat pendidikan inklusi di sekolah-sekolah formal dan insyaAllah juga menambah beberapa unit sekolah luar biasa di beberapa provinsi,” ujarnya.
Dia menegaskan, pihaknya memberikan perhatian serius terkait pendidikan inklusi bagi anak-anak disabilitas. Hal ini guna memastikan anak berkebutuhan khusus mendapatkan layanan pendidikan yang setara.
Diharapkan, dengan sejumlah langkah yang disiapkan tersebut maka dapat memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong terwujudnya sistem pendidikan yang lebih inklusif. Dengan begitu, anak-anak penyandang disabilitas dapat memperoleh kesempatan belajar yang sama dengan siswa lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mu’ti bersama MPKS PP Muhammdiyah, BPKH, BSI, hingga pembina kesehatan masyarakat turut membagikan santunan dan dukungan untuk para disabilitas dan dhuafah agar bisa mudik. Menurutnya, program ini sejalan dengan arahan presiden agar masyarakat dapat mudik dengan selamat, gembira, dan merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman masing-masing.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
