
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 di PTIK, Jaksel, pada Senin (2/3). (Polri)
JawaPos.com - Operasi Ketupat 2023 akan berlangsung mulai Jumat (13/3). Polri mengerahkan 161 ribu petugas untuk mengawal 143 juta pemudik tahun ini. Sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, pelaksanaan operasi tersebut menekankan pada pendekatan humanis.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa apel gelar pasukan untuk Operasi Ketupat akan berlangsung besok sore (14/3) di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat (Jakpus). Kapolri akan memimpin langsung apel tersebut.
”Kita ketahui bahwa berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat yang akan mudik mencapai 143 juta (orang) dengan berbagai moda transportasi. Namun realisasinya biasanya akan lebih dari prediksi potensi,” kata dia kepada awak media pada Rabu (11/3).
Untuk itu, Isir menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja keras dalam memberikan pelayanan kepada pemudik. Mulai pengamanan sampai jaminan keselamatan selama masyarakat berada dalam perjalanan menuju kampung halaman masing-masing.
”Polri bersama segenap pemangku kepentingan dan didukung oleh seluruh elemen komponen masyarakat akan memastikan pelayanan kemanusiaan, pengamanan, pelayanan mulai dari arus mudik, pelaksanaan Idul Fitri mulai dari malam takbir sampai Salat Ied, termasuk kemudian perayaan bersama dengan keluarga,” ujarnya.
Tahun ini, Polri menggelar sebanyak 2.756 posko. Baik Pos Terpadu, Pos Pelayanan, maupun Pos Pengamanan. Ribuan posko itu didirikan semata-mata untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat benar-benar tersampaikan dengan baik.
”Total ada 185.544 objek pengamanan. Terdiri dari rumah ibadah, kemudian lokasi Salat Ied, objek wisata, pusat perbelanjaan, titik-titik migrasi orang, pelabuhan, terminal, stasiun, bandara,” jelasnya.
Khusus rekayasa lalu lintas, Isir menyampaikan bahwa Korlantas Polri sudah menyiapkan semua bersama Kementerian Perhubungan dan instansi terkait lain seperti pengelola jalan tol. Rekayasa lalu lintas itu diterapkan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Baca Juga:Larang Penegakan Hukum Selama Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Polri: Ini Operasi Kemanusiaan
”Untuk diketahui juga oleh warga masyarakat, saudara-saudari yang nanti akan melaksanakan mudik, nanti akan ada beberapa strategi terkait dengan rekayasa lalu lintas, terkait dengan perkembangan situasional yang ada di lapangan. Nanti akan kami informasikan secara real time,” kata dia.
Polri sudah memprediksi bawah puncak arus mudik terjadi pada 13 Maret 2026 dan 17 Maret 2026. Sementara puncak arus mudik pada 24 Maret 2026 dan 28 Maret 2026. Prediksi itu dihitung berdasar sejumlah kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah. Termasuk libur lebaran untuk berbagai kalangan.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
